INKA Kirim 120 Unit Gerbong Kontainer 40 Foot ke Selandia Baru

0
9
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mengirimkan 120 unit gerbong kontainer kereta (container flat top wagon) 40 foot ke Selandia Baru. Pengiriman dilakukan untuk memenuhi pesanan 340 unit perusahaan rekayasa, konstruksi, dan pemeliharaan asal Australia UGL.

Senior Manager Corporate Communications and Representative Office INKA Nanang Agung Rohmandiyas menjelaskan, total pesanan 340 unit terdiri atas 290 unit gerbong 40 foot, dan 50 unit gerbong 50 foot.

INKA, kata Nanang, sudah lebih dahulu mengirimkan 130 unit pada Maret 2026, dan 90 unit terakhir akan dikirimkan pada November 2026. Dan 90 unit merupakan 40 gerbong kontainer 40 foot, dan 50 gerbong kontainer 50 foot.

“Bagi kami, pengiriman selalu berpegang pada prinsip yang sama: memenuhi kualitas, dan spesifikasi yang telah disepakati bersama pelanggan. Kami menghargai kepercayaan UGL kepada tim kami, dan kami berkomitmen menjaga kepercayaan itu di setiap pengiriman,” kata Nanang dalam keterangan resminya pada Minggu (23/8).

Masih soal pengiriman, kata Nanang, pesanan kali ini adalah kontrak keempat gerbong kontainer antara INKA dan UGL sejak 2021 yang lalu. Secara keseluruhan, INKA telah mengirimkan 1.294 dari total 1.504 unit gerbong yang dipesan UGL.

Baca Juga :   Menakar Posisi Profesi PR Dikaitkan dengan Pertumbuhan E-Commerce di Masa Pandemi

Kolaborasi itu, kata Nanang, mencakup pesanan terpisah untuk 50 unit lokomotif platform bagi pasar Australia, dengan pengiriman yang berlangsung hingga 2027.

“Fokus utama kami saat ini adalah menyelesaikan pesanan yang berjalan pada November 2026 dan terus menjaga kemitraan ini ke depan,” ujar Nanang.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics