Resmi Meluncur, Universitas Ciputra Jakarta Suntikkan DNA Entrepreneurship untuk Jawab Tantangan Zaman
Universitas Ciputra (UC) membuka Universitas Ciputra Jakarta (UC Jakarta) dan akan mulai beroperasi pada September 2026. UC Jakarta diarahkan untuk mempertemukan pembelajaran akademik dengan pengalaman praktis serta jejaring dunia profesional.
Perubahan teknologi dan dunia kerja menjadi salah satu konteks yang melatarbelakangi pendekatan pendidikan UC Jakarta. Perkembangan artificial intelligence (AI), transformasi industri, serta perubahan pola kerja membuat perguruan tinggi perlu mempersiapkan mahasiswa dengan kemampuan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan bidang akademik.
Universitas Ciputra memandang entrepreneurship sebagai salah satu kompetensi yang relevan untuk menghadapi perubahan tersebut. Entrepreneurship tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membangun bisnis, tetapi juga sebagai pola pikir untuk melihat peluang, mengambil inisiatif, menciptakan solusi, beradaptasi, dan menghasilkan nilai.
“Universitas Ciputra Jakarta dibangun dengan membawa pengalaman dan fondasi yang telah dikembangkan Universitas Ciputra selama lebih dari dua dekade. Namun, kami juga melihat bahwa setiap ekosistem memiliki karakter yang berbeda. Kehadiran di Jakarta memberikan kesempatan bagi UC untuk memperluas jejaring, kolaborasi, dan pengalaman belajar mahasiswa melalui kedekatan dengan dunia industri dan profesional,” kata Wirawan E.D. Radianto, Rektor Universitas Ciputra dalam keterangannya.
Menurut Wirawan, perkembangan teknologi juga mendorong perubahan terhadap kompetensi yang dibutuhkan lulusan perguruan tinggi. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berpikir kritis, dan menciptakan nilai di tengah perubahan.
Oleh karena itu pemanfaatan Generative AI (GenAI) dalam proses pembelajaran dilakukan di Universitas Ciputra, bahkan akan memasuki babak baru agentic AI. Teknologi tersebut diarahkan bukan sekadar sebagai alat untuk memperoleh jawaban, tetapi sebagai sarana untuk mengeksplorasi gagasan, mengembangkan alternatif, meningkatkan produktivitas, serta mendukung proses penciptaan solusi secara kritis dan bertanggung jawab.
Campus Director UC Jakarta Christina Eviutami Mediastika mengatakan UC Jakarta akan diarahkan menjadi lingkungan pendidikan yang memungkinkan mahasiswa belajar tidak hanya dari ruang kelas, tetapi juga dari persoalan dan peluang yang ada di dunia nyata.
“Entrepreneurship bukan hanya tentang mendirikan bisnis, tetapi tentang cara berpikir untuk melihat peluang, menciptakan solusi, berani mengambil inisiatif, dan memberikan dampak. Di Jakarta, kami ingin mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk berinteraksi dengan dunia profesional, mencoba gagasan, berkolaborasi, dan belajar dari berbagai persoalan nyata,” katanya.
Menurut Christina, mahasiswa generasi saat ini menghadapi perubahan yang berlangsung semakin cepat. Oleh karena itu, pendidikan tinggi perlu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkolaborasi, serta berani bereksperimen.
Tahun akademik 2026/2027, UC Jakarta menerima mahasiswa baru sebanyak 206 mahasiswa. Secara umum, berkuliah di kampus ini perlu merogoh kantong hingga lulus sekitar Rp200 hingga Rp350 juta.