Perawatan Gigi Jadi Bagian Lifestyle & Wellness, Audy Dental Ekspansi Jaringan

Selain ekspansi cabang, perusahaan mengembangkan inovasi layanan melalui standarisasi SOP dan sistem harga yang transparan, penguatan infrastruktur digital, serta penerapan sistem digital informed consent.
0
14

Perawatan gigi semakin berkembang dari sekadar kebutuhan kesehatan menjadi bagian dari gaya hidup dan wellness masyarakat. Perubahan pola kebutuhan tersebut mendorong Audy Dental memperluas jaringan klinik sekaligus mengembangkan layanan untuk menjangkau lebih banyak pasien di Indonesia.

Sepanjang 2026, Audy Dental akan menambah delapan cabang baru di Jawa dan Bali. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi yang terintegrasi, seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan, pencegahan, dan estetika gigi.

Perubahan kebutuhan tersebut tercermin dalam analisis kunjungan pasien Audy Dental selama 2025 hingga 2026. Berdasarkan data dari lebih dari 65 klinik yang tersebar di Jawa dan Bali, kebutuhan perawatan gigi masyarakat menunjukkan pola yang beragam berdasarkan kelompok usia maupun wilayah.

Pasien usia produktif 25–59 tahun, misalnya, menempatkan perawatan preventif seperti pembersihan karang gigi (scaling) sebagai prioritas utama. Sementara itu, kelompok remaja dan dewasa muda usia 13–24 tahun mulai menunjukkan minat terhadap perawatan estetika gigi, seiring perhatian terhadap penampilan dan kepercayaan diri.

Baca Juga :   AHI Buka Gerai AZKO ke-11 di Sumut dan Bagian dari 253 Toko di Seluruh Indonesia

Pada kelompok anak usia 0–12 tahun, kebutuhan pemeriksaan rutin dan tindakan pencegahan seperti aplikasi scaling dan fluoride varnish juga menunjukkan mulai terbentuknya kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini oleh keluarga muda.

Adapun pasien usia 36–59 tahun memiliki kebutuhan perawatan yang lebih beragam, mulai dari preventif, restoratif untuk memperbaiki gigi berlubang, hingga kuratif untuk menangani permasalahan kesehatan gigi yang telah terjadi.

Dari sisi wilayah, perawatan preventif menjadi prioritas utama pasien di seluruh jaringan Audy Dental, baik Jabodetabek, Bandung dan Karawang, maupun kota-kota lainnya di Jawa dan Bali. Namun, terdapat perbedaan pada pilihan perawatan berikutnya. Pasien Jabodetabek cenderung menempatkan perawatan restoratif sebagai prioritas kedua, sedangkan pasien di luar Jabodetabek menunjukkan kecenderungan lebih tinggi terhadap perawatan estetika.

 “Kebutuhan perawatan gigi masyarakat tidak bisa disamaratakan. Perbedaan pola berdasarkan usia dan wilayah menunjukkan pentingnya layanan kesehatan gigi yang komprehensif dan sesuai kebutuhan pasien. Di sisi lain, edukasi mengenai perawatan preventif juga perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya datang ketika mengalami keluhan,” kata CEO Audy Dental drg. Yulita, dikutip dari keterangan pers.

Baca Juga :   Para Pemegang Saham Setujui PALM Right Issue dan Private Placement

Menurut dia, semakin beragamnya kebutuhan pasien menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan jaringan dan kapasitas layanan Audy Dental.

Selain ekspansi cabang, perusahaan mengembangkan inovasi layanan melalui standarisasi SOP dan sistem harga yang transparan, penguatan infrastruktur digital, serta penerapan sistem digital informed consent. Pengembangan tersebut turut mendapat pengakuan melalui penghargaan Healthcare Asia pada kategori Dental Clinic of The Year dan Marketing Initiative of The Year.

Audy Dental juga menghadirkan Easy Appointment, layanan informasi dan reservasi melalui satu nomor WhatsApp terpusat selama 24 jam, yang dilengkapi fitur Smart Reminder untuk mempermudah pasien mengakses layanan dan mengingat jadwal perawatan.

Di sisi edukasi, Audy Dental aktif menjangkau masyarakat melalui sekolah, kantor, dan pusat lifestyle. Sepanjang 2026, perusahaan telah mengunjungi lebih dari 55 lifestyle area, sekolah, dan kantor di Pulau Jawa.

“Melalui pengembangan jaringan dan layanan terintegrasi, kami berharap dapat semakin mendekatkan akses masyarakat terhadap perawatan gigi yang sesuai kebutuhan, sekaligus mendorong kebiasaan menjaga kesehatan gigi melalui pemeriksaan rutin dan perawatan sejak dini,” tutup drg. Yulita.

Leave a reply

Iconomics