Para Pemegang Saham Setujui PALM Right Issue dan Private Placement
Direktur PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) Budianto Purwahjo, Direktur PALM Ellen Kartika, Presiden Direktur PALM Tri Boewono, Komisaris Independen PALM Johnson Chan, dan Komisaris Independen PALM Drs Kumari Ak. dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan/Luar Biasa/Independen (RUPST/LB/I)/Dok. PALM
Para pemegang saham PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) memberikan persetujuan atas rencana PALM untuk melaksanakan aksi korporasi strategis berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue dan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau Private Placement.
Keputusan yang diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Rapat Umum Pemegang Saham Independen (RUPSI) ini, PALM berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 4.719.862.337 saham baru melalui Rights Issue dan/atau sebanyak-banyaknya 1.573.287.445 saham melalui Private Placement.
Presiden Direktur PT Provident Investasi Bersama Tbk, Tri Boewono menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PALM untuk memperluas portofolio investasi pada sektor sumber daya alam, teknologi, media, telekomunikasi, dan logistik, mendukung kinerja PALM, dan memperkuat struktur permodalannya, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham PALM.
“Persetujuan dari pemegang saham menunjukkan keyakinan dan dukungan terhadap arah strategis perusahaan. Kami akan menggunakan dana hasil Rights Issue dan Private Placement secara selektif, disiplin, dan terukur untuk memperkuat struktur keuangan serta meningkatkan portofolio investasi perusahaan,” kata Tri dalam paparan publik seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, Luar Biasa, dan Independen (RUPST/LB/I) PALM pada Rabu (25/06/2025).
Manajemen PALM mengimbau para pemegang saham untuk memperhatikan potensi dilusi atas kepemilikan saham apabila tidak melaksanakan haknya dalam Rights Issue.