Tren “Nyeri” Naik, Primaya Hospital Bikin Pain Management Center di Primaya Hospital PGI Cikini
dr. Monica Desylia Sutjiadi, MARS, Direktur Primaya Hospital PGI Cikini, bersama dr. Karuniawan Purwantono, Sp.OT(K), Kepala Pain Management Center, menekan tombol sebagai simbolis peresmian Pain Management Center di Primaya Hospital PGI Cikin/Dok. Primaya
Primaya Hospital PGI Cikini meresmikan Pain Management Center, pusat layanan medis dengan pendekatan komprehensif untuk menangani nyeri akibat gangguan saraf, musculoskeletal, pasca operasi, pasca perawatan kanker, serta penyakit degeneratif.
Layanan ini ditujukan bagi lansia maupun usia produktif, untuk mendorong penanganan nyeri yang tepat sejak dini agar dapat ditangani secara efektif dan peluang pemulihannya lebih besar.
“Dengan standar layanan yang berfokus pada peredaan keluhan nyeri serta penanganan yang tepat, aman, dan nyaman sesuai kebutuhan tiap pasien. Pain Management Center ini dimaksudkan menjadi rujukan utama penanganan nyeri di wilayah Jakarta Pusat. Selain aspek medis, kami juga menekankan pentingnya pendekatan psikososial yang menyeluruh melalui edukasi, dukungan mental, serta program manajemen nyeri berbasis edukasi dan fisioterapi yang terintegrasi,” kata Direktur Primaya Hospital PGI Cikini, dr. Monica Desylia Sutjiadi, MARS dalam keterangannya.
Menurut CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, peluncuran Pain Management Center di Primaya Hospital PGI Cikini memperkuat layanan penanganan nyeri yang sebelumnya tersebar di berbagai spesialisasi. Kini, layanan tersebut dihadirkan secara lebih terintegrasi melalui pendekatan multidisiplin dan didukung teknologi intervensi moderen untuk manajemen nyeri yang komprehensif. Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien melalui manajemen nyeri akut maupun kronis, termasuk nyeri pada pasien paliatif dan kanker.
Berdasarkan data dari Primaya Hospital PGI Cikini, jumlah pasien dengan keluhan nyeri terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2023 hingga 2024, terjadi lonjakan sebesar 67%, dan hingga Mei 2025, tercatat kenaikan tambahan sebesar 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Mayoritas pasien merupakan kelompok lansia berusia di atas 50 tahun.
Pain Management Center di Primaya Hospital PGI Cikini menghadirkan layanan yang terintegrasi, mulai dari terapi non-intervensi seperti farmakoterapi, fisioterapi, dan edukasi pasien, hingga tindakan intervensi modern seperti radiofrequency ablation (RFA), blok saraf, injeksi PRP, dan injeksi secretome.