Harga Batubara Naik, Bumi Resources Tbk Kembali Cicil Hutang Lebih Besar

1
731

Harga batubara yang tinggi memberikan kesempatan kepada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk menyicil pembayaran hutang-hutangnya lebih besar.

Pada awal tahun 2022 ini, perushaan batubara ini telah memproses pembayaran keenambelas sebesar US$101,4 juta melalui agen fasilitas pada tanggal 10 Januari 2022. Pembayaran tersebut mewakili pinjaman pokok sebesar US$95,9 juta dan bunga sebesar US$5,5 juta untuk Tranche A.

“Pembayaran bulan Januari ini adalah yang tertinggi yang pernah dilakukan, karena terbantunya situasi sektor batubara dan efisiensi,”ujar Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI dalam keterangan tertulis yang diterima Theiconomics, Senin (10/1).

Nilai pembayaran pada Januari 2022 ini melampaui rekor sebelumnya pada 18 Oktober 2021 yang sebesar US$78,8 juta.

Dileep mengatakan dengan dilakukannya pembayaran triwulanan keenambelas ini, Perseroan saat ini telah membayar keseluruhan sebesar US$545,2 juta secara tunai (cash), terdiri atas pokok Tranche A sebesar US$378,2 juta dan bunga sebesar US$166,9 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar (back interest).

“Pembayaran berikutnya atas Tranche A akan jatuh tempo pada April 2022. Kupon PIK dari tanggal 11 April 2018 hingga 10 Januari 2022 atas Tranche B dan C juga sudah mulai dikapitalisasi,” ujar Dileep.

Baca Juga :   Menteri Investasi Perpanjang Izin Pertambangan PT Kaltim Prima Coal, Anak Usaha BUMI, Hingga 2031

Menurut catatan Theiconomics, total hutang BUMI sendiri sebanyak US$1,6 miliar yang dilunasi melalui tiga tranche. Tranche A memiliki nilai total sebesar US$600 juta. Kemudian Tranche B dan C masing-masing sebesar US$600 juta dan US$407 juta.

 

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

1 comment

Leave a reply

Iconomics