Setoran Royalti Meningkat, Laba Bersih BUMI Tetap Mengkilap

0
275

PT BUMI ResourceS Tbk (BUMI) tetap membukukan kenaikan laba bersih yang signifikan pada tiga bulan pertama tahun 2023 ini, meski pada saat yang sama perusahaan batuara ini menyetorkan royalti yang lebih besar.

Mengutip laporan perusahaan, BUMI membukukan laba bersih sebesar US$60,2 juta pada kuartal pertama 2023. Perolehan laba bersih ini meningkat 39,3% dibanding US$43,3 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan tumbuh sebesar 19% dari US$1,37 miliar pada kuartal pertama 2022 menjadi US$1,64 miliar pada kuartal pertama 2023 ini. Beban Pokok Pendapatan meningkat signifikan 37,6% menjadi US$1,44 miliar dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$1,05 miliar.

Kenaikan Beban Pokok Pendapatan ini terutama terjadi karena adanya kenaikan setoran royali ke negara. Royalti meningkat tajam 210% dari US$196 juta menjadi US$609 juta.

“Aturan baru pemerintah tentang royalti berdampak pada perolehan laba yang tinggi bagi perusahaan batubara yang diberikan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) baru, US%609 juta vs US$196 juta yoy yang dibayarkan oleh KPC dan Arutmin,” beber Dileep Srivastava, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan BUMI dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (3/5).

Baca Juga :   Bumi Resources Jaga Produksi Batu Bara Mendekati Normal di Tengah Pandemi

Tarif  royalti batubara meningkat dari 13,5% menjadi 14% untuk domestik dan hingga 28% untuk ekspor efektif 1 April 2022.

Secara operasional, BUMI menambang sebanyak 16,1 juta ton batubara pada kuartal pertama 2023, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 16,3 juta ton. Penurunan volume batubara yang ditambang ini terutama terjadi di Arutmin yang turun sebesar 3% yoy, sementara KPC naik 1%.

Pada periode yang sama, volume batubara yang dijual juga menurun 4% dari 16 juta ton menjadi 15,4 juta ton. Namun, penurunan penjualan ini tertolong oleh harga jual yang meningkat.

“Realisasi Harga Batubara di Q1-23 naik US$103,7/ton vs $84,5/ton di Q1-22, meningkat 23% yoy,”ungkap Dileep.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics