Pendapatan Bumi Resources Naik 11,9 Persen, Tapi Laba Bersih Anjlok

0
191

Emiten batu bara, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mencatatkan kenaikan pendapatan pada Januari–September 2025, namun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru merosot tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam laporan keuangan tidak diaudit yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Bumi Resources membukukan pendapatan sebesar US$1,04 miliar hingga 30 September 2025, naik dari US$926,9 juta atau tumbuh 11,9 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Kenaikan pendapatan ini terjadi di tengah pelemahan kinerja operasional. Produksi batu bara tercatat 54,9 juta ton atau turun 4 persen, sementara penjualan mencapai 54,5 juta ton, menurun 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata harga jual Free on Board (FOB) juga merosot 18 persen dari US$73,7 per ton menjadi US$60,4 per ton.

Meski pendapatan tercatat naik, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun tajam menjadi US$29,4 juta, dari US$122,9 juta pada tahun sebelumnya, atau turun 76,1 persen YoY.

Secara total, laba bersih Perseroan tercatat US$60,1 juta, anjlok 56 persen dibandingkan US$136,4 juta pada periode yang sama tahun 2024.

Baca Juga :   BUMI Tingkatkan Program Pertanian Organik di Arutmin

Meski demikian, dari sisi efisiensi, Perseroan mencatat perbaikan signifikan pada kinerja laba usaha. Laba usaha melonjak 231,9 persen menjadi US$84,4 juta dari US$25,4 juta tahun lalu, dengan margin usaha meningkat dari 2,7 persen menjadi 8,1 persen.

“Meskipun menghadapi kondisi pasar yang menantang dan harga batu bara yang menurun, Bumi Resources berhasil mencatatkan profitabilitas operasional yang positif dengan margin yang membaik berkat efisiensi dan pengelolaan biaya yang disiplin,” tulis manajemen Bumi Resources dalam keterangannya, Jumat (31/10).

Untuk periode penuh tahun 2025, Bumi Resources menargetkan penjualan batu bara 73–75 juta ton dengan harga rata-rata US$59–61 per ton, serta biaya tunai produksi sekitar US$41–43 per ton.

“Bumi Resources tetap berkomitmen untuk menjaga efisiensi operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung strategi diversifikasi ke sektor mineral penting guna memperkuat portofolio usaha jangka panjang,” tulis manajemen.

Leave a reply

Iconomics