Wika Gedung Incar Kontrak Baru Rp7,1 Triliun Tahun Ini, Belum Termasuk Proyek di Ibu Kota Negara

0
1147

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) atau dikenal dengan nama Wika Gedung, mengincar perolehan kontrak baru sebesar Rp7,1 triliun pada tahun 2022 ini. Target kontrak baru ini belum memasukan proyeksi perolehan kontrak pembangunan gedung di ibu kota negara yang baru di Kalimantan Timur.

Nariman Prasetyo, Direktur Utama Wika Gedung mengatakan tahun 2021 lalu, Perseroan mendapatkan kontrak baru sebesar Rp2,7 triliun, lebih kecil dari target Rp4,2 triliun. Rendahnya perolehan kontrak baru pada 2021 terjadi karena pemilik proyek menunda pelaksanaan proyek ke tahun 2022 ini.

“Contohnya minggu pertama bulan Januari 2022 kami sudah dapat [kontrak baru] Rp660 miliar. Rp660 miliar ini sebetulnya proses tender di tahun 2021, bukan di 2022,”ujar Nariman dalam acara Kupas Tuntas PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk yang diadakan Samuel Sekuritas Indonesia, Selasa (18/1).

Nariman mengatakan target perolehan kontrak baru Rp7,1 triliun tahun ini berasal dari sejumlah proyek besar baik dari pemerintah, BUMN, swasta, dan juga dari internal Wijaya Karya.

Baca Juga :   WIKA Catatkan Kontrak Baru Hingga Februari 2023 Sebesar Rp2,09 Triliun

Syailendra Ogan, Direktur Keuangan, HC, dan Manrisk Wika Gedung menambahkan dari target kontrak baru Rp7,1 triliun itu, sekitar Rp3,8 trilun adalah proyek pemerintah, kemudian dari BUMN sebesar Rp2,3 triliun, perusahaan swasta sekitar Rp800 miliar dan internal Wijaya Karya sekitar Rp200 miliar.

Salah satu proyek baru yang sudah didapatkan pada Januari 2022 ini adalah proyek senilai Rp660 miliar dari Biofarma.

Untuk target kontrak baru tahun 2021 ini, Nariman menjelaskan belum memasukkan proyeksi proyek di ibu kota negara yang baru. Sebagaimana diketahui, DPR sudah mengesahkan Undang-Undang Ibu Kota Negara yang baru dan tahun 2022 ini proses pembangunan sudah dimulai.

“Kalau untuk ibu kota negara, ini kami tidak masukkan pada sasaran Rp7,1 triliun ini. Ibu kota negara belum masuk ke sini,” ujar Nariman.

Meski demikian, tentu saja Wika Gedung mengincar proyek-proyek pembangunan gedung di ibu kota negara tersebut. “Pada saat diputuskan bahwa ini [pemindahan ibu kota negara] go ahead, Wika Gedung tidak boleh tertinggal. Pada saat go ahead, segmennya Wika Gedung untuk 15% saja dari keperluan building yang ada di sana, kita sudah melebihi dari segala-galanya,” ujar Nariman.

Leave a reply

Iconomics