Stimulus Moneter dan Fiskal Berhasil Dongkrak IHSG
Ilustrasi papan informasi saham di BEI/Antara
Setelah pada penutupan perdagangan Senin (2/3) kemarin, Indeks Harga Saham Gabugan (IHSG) melorot 1,68%, pada Selasa (3/30, IHSG kembali naik. Sepanjang sesi satu perdagangan hari ini, IHSG menguat 2,93% ke level 5.518,459.
“Penguatan IHSG ini seiring dengan pasar-pasar regional yang dibuka pada zona hijau di pagi ini. Ekspektasi stimulus moneter dan fiskal dari berbagai negara menjadi harapan dan dorongan positif pada pasar. Pagi ini Nikkei 225 tercatat menguat 1,06%, Kospi tercatat naik 2,28%,” ujar Adrian Karim Januar Investment Analyst, Samuel Aset Manajemen dalam analisis pasarnya, Selasa (3/3).
Sejumlah kebijakan digulirkan Bank Indonesia pasca pengumuman pemerintah yang menyatakan ada dua Warga Negara Indonesia terinfeksi virus Corona. Pasar keuangan pun bereaksi negatif merespons kondisi terkini tersebut. BI sebagai otoritas moneter pun gesit mengeluarkan jurus-jurus untuk menijakan pasar keuangan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan lima kebijakan tambahan yaitu : peningkatan intervensi pasar, penurunan GWM Valuta Asing dari 8% menjadi 4%, penurunan GWM Rupiah sebesar 50 bps untuk bank yang membiayai kegiatan ekspor impor dalam 9 bulan ke depan, perluasan transaksi dasar untuk DNDF, dan penegasan BI terkait dengan penggunaan bank kustodian baik global maupun lokal untuk investor asing di Indonesia sesuai preferensi masing-masing.
Penurunan GWM valuta asing tersebut diperkirakan dapat menambah likuiditas valas sebesar US$ 3,2 miliar.