Diskon Harga Listrik Dorong Deflasi Tahunan dalam 25 Tahun Terakhir

0
87

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Februari 2025 terjadi deflasi baik secara bulanan (month-to-month) maupun secara tahunan (year-on-year).

Secara bulanan, deflasi Februari sebesar 0,48% atau terjadi penurunan indeks harga konsumen dari dari 105,99 pada Januari 2025 menjadi 105,48 pada Februari 2025.

Sementara secara tahunan, terjadi deflasi sebesar 0,09% atau terjadi penurunan indeks harga konsumen dari 105,58 pada Februari 2024 menjadi 105,48 pada Februari 2025

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, deflasi tahunan terakhir kali terjadi pada Maret 2000 atau sekitar 25 tahun lalu.

Baik deflasi bulanan maupun tahunan, kata Amalia, terjadi karena kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50% yang diterapkan pemerintah sejak Januari lalu.

Diskon tarif listrik membuat  kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga secara bulanan mengalami deflasi sebesar 3,59% dan memberikan andil deflasi 0,52% pada Februari 2025.

“Komoditas yang dominan mendorong deflasi kelompok ini adalah diskon tarif listrik yang memberikan andil deflasi sebesar 0,67%,” ujarnya di Jakarta, Senin (3/3).

Baca Juga :   BPS Perkirakan Beberapa Komoditas Akan Naik Jelang Ramadhan, Apa Saja?

Sementara secara tahunan, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi 12,08% dan memberikan andil deflasi sebesar 1,92% .

Meski secara umum terjadi deflasi, beberapa komoditas mengalami inflasi.

Secara bulanan, komoditas penyumbang inflasi pada Februari, antara lain kenaikan tarif air minum PAM yang memberikan andil inflasi sebesar 0,13%, kemudian kenaikan harga emas perhiasan dan kenaikan harga bensin yang masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,08% untuk emas perhiasan dan 0,03% untuk bensin.

Demikian juga secara tahunan, komoditas yang mengalami inflasi adalah kenaikan tarif air minum PAM pada beberapa kota/kabupaten, kenaikan biaya sewa rumah, kenaikan bakar rumah tangga dan juga biaya kontrak rumah.

Secara tahunan, pada Februari 2025 kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau juga mengalami inflasi dengan andil inflasi 0,66%. Inflasi tersebut secara tahunan didorong oleh inflasi pada komoditas minyak goreng, Sigaret Kretek Mesin, cabe rawit, kopi bubuk dan ikan segar.

Demikian juga kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya, mengalami inflasi sebesar 8,43% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,52% secara tahunan. Inflasi kelompok ini utamanya didorong oleh inflasi emas perhiasan. 

Baca Juga :   Inflasi Capai 3,08% YoY di Mei 2026, Penyumbang Terbesar Kelompok Makanan dan Minuman

“Menurut catatan BPS, emas perhiasan terus mengalami inflasi secara tahunan sejak Februari 2022 karena meningkatnya harga emas di pasar internasional,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics