Jumlah Kunjungan Wisman Memang Meningkat, Tetapi Mereka Makin Tak Betah dan Irit Belanja

0
126

Pasca pandemi Covid-19, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia memang kembali mengalami kenaikan. Tetapi, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), para turis asing ini makin tak betah berada di Indonesia. Mereka juga makin irit belanja. 

Padahal, kunjungan wisman merupakan salah satu sumber devisa yang bisa memperkuat nilai tukar Rupiah.

Selama Januari-Maret 2025, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2.735.472 kunjungan atau meningkat 7,83% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2.536.809 kunjungan.

Meski ada tren peningkatan jumlah kunjungan, tetapi para wisman ini makin irit belanja.

“Pada triwulan I 2025, rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan mencapai US$1.277,17 atau mengalami penurunan dibandingkan rata-rata pengeluaran baik pada triwulan IV 2024 dan juga triwulan I 2024,” ungkap Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, BPS dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 2 Mei.

Tren rata-rata belanja wisman selama berada di Indonesia/Sumber: Diolah dari BPS

Pudji memamparkan, berdasarkan jenis pengeluaran, pada triwulan I 2025 proporsi pengeluaran terbesar wisman dialokasikan untuk akomodasi yaitu sebesar 38,07%, diikuti pengeluaran untuk makan dan minum 19,04% dan belanja dan cinderamata 11,90%.

“Pola pengeluaran ini relatif tidak berubah jika dibandingkan dengan pola pengeluaran triwulan IV 2024,” ujarnya.

Di sisi lain, para turis asing ini juga relatif tidak begitu betah berada di Indonesia, yang bisa dilihat dari rata-rata lama mereka tinggal di Indonesia.

Pudji mengatakan pada triwulan I 2025, rata-rata lama tinggal wisman di Indonesia selama 10,94 malam. 

Dibandingkan periode IV 2024, memang ada kenaikan rata-rata lama tinggal. Tetapi, kenaikan tak begitu signifikan yaitu dari 10,39 malam. Sementara bila dibandingkan triwulan I 2024, rata-rata lama tinggal wisman ini menurun cukup signifikan yaitu dari 11,73 malam.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren lama tinggal wisman di Indonesia terus menurun.

Tren lama tinggal wisman di Indonesia mengalami penurunan/Diolah dari BPS

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics