Palembang Marketing Festival 2025 Soroti AI, SDGs, dan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

0
76

Palembang Marketing Festival (JMF) 2025 soroti isu artificial intelligence (AI), Sustainability Development Goals (SDGs) dan kolaborasi lintas sektor.

Acara yang menjadi bagian dari Indonesia Marketing Festival (IMF) 2025 ini dibuka dengan tarian pembuka persembahan Universitas Muhammadiyah yang merepresentasikan kekayaan budaya Palembang sekaligus menegaskan pentingnya identitas lokal dalam strategi pemasaran daerah.

“Festival ini menjadi momentum strategis untuk menggerakkan roda perekonomian daerah, membangun kemampuan adaptasi di tengah dinamika global, serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki Sumatera Selatan. Melalui kolaborasi antar pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan memperkuat posisi Sumatera Selatan di kancah pemasaran nasional dan global,” kata Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Drs. H. Sutoko, M.Si saat membuka acara.

Selanjutnya dalam sesi paparan City Branding, Kepala Bidang SDM dan Kelembagaan Dinas Pariwisata Kota Palembang, Sukmanata Imam, S.STP., M.Si. menekankan bahwa Palembang tidak hanya kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga terus berbenah menjadi kota pariwisata berkelas dunia.

“Dengan mempercantik wajah kota, memperkuat akses, amenitas, dan atraksi, kami optimistis Palembang akan menjadi destinasi unggulan yang membanggakan Indonesia di mata dunia,” kata Sukmanata.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi luar biasa, Palembang Marketing Festival 2025 menghadirkan Industry Marketing Champion Palembang dan Public Service Awards Palembang bagi tokoh serta institusi yang dinilai berhasil memajukan pemasaran daerah.

Baca Juga :   Omni Channel sebagai Solusi Branding di Era Pandemi

Panel “New Customer Management: Membangun Loyalitas dengan Teknologi Cerdas” menghadirkan Reza Rhamadany, Manager Marketing Strategy Bank Sumsel Babel, menekankan pentingnya kolaborasi antara perbankan dan pelaku usaha lokal. Ia menyatakan bahwa AI dapat dioptimalkan untuk memahami perilaku pelanggan, meningkatkan pengalaman nasabah, dan menciptakan layanan yang lebih personal, sehingga keunggulan tidak hanya pada produk, tetapi juga pada interaksi yang relevan dan bernilai.

Selaras, Carolina Ardelia, Founder & CEO COLORE Art & Crafts, serta anggota dari Diplomat Entrepreneurs Network yang menegaskan bahwa menekankan bahwa teknologi, termasuk AI, hanyalah alat, sementara sentuhan emosional dan kepedulian tulus tetap hanya bisa diberikan oleh manusia. Ia mengingatkan agar dalam pemasaran, pelaku usaha tidak sekadar mengikuti tren, tetapi memastikan strategi yang dijalankan selaras dengan nilai brand dan mampu membangun koneksi emosional yang nyata dengan pelanggan.

Panel diskusi “New Product & Brand Management: Memperkuat Inovasi dan Reputasi dengan AI” menampilkan Sapta Yuliandri, S.T., GM Corporate Secretary PT PETRO MUBA (Perseroda) yang menegaskan penguatan inovasi dan reputasi tidak hanya ditopang oleh teknologi seperti AI, tetapi juga oleh tata kelola perusahaan yang baik, kemitraan strategis, dan komitmen untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Baca Juga :   OJK Dorong Perbankan Tambah Pembiayaan untuk Petani Sawit

Sementara itu, Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UID S2JB, Wira Bhakti Darma memaparkan bahwa AI membuka peluang besar bagi perusahaan untuk menghadirkan layanan yang lebih andal, personal, dan efisien. Inovasi ini bukan hanya memperkuat brand, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap transformasi energi bersih dan berkelanjutan.

Selaras, General Manager PLN Icon Plus Regional Sumbagsel, Iwan Sofyansory menambahkan bahwa integrasi AI terbukti meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja di semua lini, baik di level tim maupun organisasi.

“Pendekatan ini bukan sekadar transformasi teknologi, tetapi juga penguatan budaya kerja yang kolaboratif dan berorientasi pada hasil yang optimal,” kata Iwan.

Sebagai wujud komitmen terhadap pengembangan talenta muda dan kolaborasi lintas sektor, Palembang Marketing Festival 2025 menganugerahkan Entrepreneurial Marketing – Campus for Impact 2025 dan Corporate for Impact 2025 kepada universitas, pelaku industri, dan pemerintah yang aktif membangun ekosistem berkelanjutan.

Dalam Palembang Marketing Festival 2025, Dinas Pariwisata Kota Palembang menggelar fashion show karya UKM binaan sebagai katalisator pertumbuhan industri kreatif lokal di Palembang dan sekitarnya.

Baca Juga :   Kemenperin Disebut Berperan Tingkatkan Mutu Produk Lewat Branding

Puncak inspirasi acara ini berlanjut melalui sesi bertajuk “Tech War or Trade War: Memahami Tantangan Baru Pemasaran” yang dibawakan oleh Founder & Chair of MCorp., Hermawan Kartajaya. Ia membedah dinamika geopolitik dan persaingan global di tengah percepatan kemajuan teknologi, sekaligus menawarkan strategi adaptif yang dapat diimplementasikan oleh pelaku usaha agar tetap relevan dan kompetitif.

Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Investasi, Riza Pahlevi, M.A memberikan sepatah kata penutup, meninggalkan pesan kepada peserta untuk bersinergi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah tantangan yang datang di era AI ini.

“Semangat dan kolaborasi yang dibangun hari ini menjadi modal penting bagi Palembang untuk terus maju. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi adalah kunci menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan era AI. Mari kita jadikan Palembang sebagai contoh kota yang adaptif, kreatif, dan penuh energi positif,” kata Riza.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics