Disentil Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, Bos GOTO Buka Suara

0
79

Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Sugito (Patrick) Walujo, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Senin (20/10).

Dalam sidang tersebut, Presiden Prabowo menyinggung soal persaingan antara pelaku bisnis transportasi berbasis aplikasi.

“Sekarang kita sedang diskusi terus sama perusahaan-perusahaan terbesar ojol (ojek online) untuk kita cari pelayanan terbaik untuk pengemudi ojol ini. Kemudian efisiensi sehingga tidak terjadi suatu persaingan yang saling merugikan,” kata Prabowo.

Kepala Negara juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap para pengemudi ojek online, mengingat jumlah mereka yang sangat besar.

“Kalau tidak salah ada 4 juta pengemudi ojol di dua perusahaan besar itu. Dan sekitar 2 juta pengusaha yang menggunakan ojol sebagai sarana jual-beli UMKM,” kata Prabowo tanpa menyebut nama dua perusahaan ojol tersebut.

Menanggapi hal itu, Patrick Walujo menegaskan bahwa GoTo mendukung penuh komitmen Presiden Republik Indonesia untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pengemudi ojol, mendorong efisiensi, serta menjaga tumbuh kembangnya ekosistem ride hailing sebagai bentuk penyediaan lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga :   Pengurangan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Berdampak terhadap Pendapatan Pelaku Warteg

Ia mengatakan sebagai perusahaan teknologi yang lahir, tumbuh, dan besar di Indonesia, GoTo berkomitmen untuk terus mendukung serta mematuhi kebijakan dan regulasi pemerintah dalam menciptakan industri yang efisien, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan — termasuk mitra pengemudi, pelaku UMKM, serta konsumen di seluruh Indonesia. GoTo juga siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Saat ini, ekosistem GoTo yang dibangun oleh ribuan talenta digital lokal telah mencakup lebih dari 3 juta mitra pengemudi dan lebih dari 5,3 juta pelaku UMKM yang memanfaatkan layanan GoTo untuk menjalankan dan mengembangkan usaha mereka.

“Kami menyadari tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa ekosistem ini terus memberikan dampak ekonomi yang positif dan berkelanjutan bagi jutaan keluarga Indonesia,” ujar Patrick, Selasa (21/10).

GoTo percaya bahwa melalui semangat gotong royong, Indonesia dapat membangun ekosistem digital yang tangguh, berdaya saing, serta senantiasa memberi manfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Leave a reply

Iconomics