PT Agrinas Pangan Nusantara Genjot Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Seluruh Indonesia
Desain gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih/Foto: Paparan Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara di Komisi VI DPR RI, Selasa (18/11).
PT Agrinas Pangan Nusantara tengah mempercepat pembangunan gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di berbagai wilayah Indonesia. Total gerai yang akan dibangun mencapai sekitar 80.000 unit dengan anggaran per gerai sebesar Rp1.658.000.000 atau sekitar Rp2.938.000 per meter persegi.
Berbicara dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (18/11), Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan pembangunan gerai ini dilakukan dengan menggandeng TNI, khususnya Babinsa, serta melibatkan masyarakat desa sebagai tenaga kerja, tukang, dan suplier lokal. Metode yang digunakan adalah karya bakti padat karya, yang memungkinkan penunjukan langsung dan pelaksanaan proyek secara mandiri.
“Kami bekerja sama dengan TNI khususnya untuk melakukan survei maupun validasi pembangunan, kemudian kami juga melakukan sosialisasi publikasi percepatan pembangunan, membantu pembangunan gedung gerai, mobilisasi masyarakat, penyiapan mandor, tukang, suplier bahan pembangunan jika tersedia diutamakan dari masyarakat atau sumber lokal,” jelas Joao.
Ia menyampaikan setiap gerai dirancang dengan ukuran bangunan 20×30 meter, yang terbagi menjadi beberapa fungsi, yaitu gerai toko: 6×17 meter, klinik desa 3,5×10 meter untuk bidan dan dokter desa dan udang pupuk 4×6 meter yang terpisah dari gudang bahan pokok.
Selain itu, gerai juga memiliki seksi distribusi gas subsidi, apotek, dan gerai simpan pinjam.
Setiap koperasi akan dilengkapi dengan satu truk, satu pikap 4×4, dan dua motor roda tiga untuk mendukung operasional dan distribusi barang ke masyarakat.
Sejak peletakan batu pertama pembangunan fisik 800 gerai yang dilaksanakan di Desa Wanajaya, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 17 Oktober 2025, pembangunan telah mencapai 13.772 titik atau 16,44% dari target. Target harian pembangunan adalah 2.930 titik per hari.
Joao menekankan bahwa KPMP tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi dan pelayanan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi lokal.
“Dengan kehadiran pembangunan tersebut kita bisa menggerakkan dan menyebarkan sehingga perekonomian di desa-desa bisa terjadi pemerataan dan ada kesempatan untuk menikmati pembangunan yang kita lakukan ini.”