Kemenkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6% dengan Gabungkan 2 Strategi SBY dan Jokowi

0
54
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% pada 2026. Untuk mencapai target itu, Kemenkeu menggabungkan strategi yang dijalankan pemerintah era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, mesin pertumbuhan ekonomi di era SBY dan Jokowi masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda. Pada era SBY, pertumbuhan ekonomi ditopang dari sektor swasta.

Sedangkan era Jokowi, kata Purbaya, pertumbuhan ekonomi berasal dari stimulus yang diberikan pemerintah kepada rakyat. Tumbuhnya 6% (era SBY) dan 5% (era Jokowi).

“Kalau saya gabung, 6% lebih tidak terlalu sulit. Tambah dengan perbaikan ekonomi, investasi, pengurangan bottleneck yang menghambat sektor riil dan perusahaan. Seharusnya pertumbuhan yang lebih cepat bisa dicapai,” kata Purbaya dalam acara Bloomberg Technoz Ecoverse 2025 di Jakarta, Kamis (20/11).

Khusus untuk 2025, kata Purbaya, pihaknya memprediksi pertumbuhan ekonomi di angka 5,6%-5,7%. Purbaya optimistis hal itu bisa terlaksana dengan sejumlah kebijakan yang dilakukan antara lain penyaluran saldo anggaran lebih (SAL) kepada Bank Himbara, dan pemberian stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga :   Presiden Berkomitmen Merehabilitasi Hutan Mangrove di Kalimantan Utara

“Saya akan pastikan itu terjadi, makanya saya ke sana ke sini memastikan program kita bisa  jalan dan kalau bisa tumbuh lebih cepat,” tambah Purbaya.

Masih kata Purbaya, pihaknya memastikan momentum pertumbuhan ekonomi akan terus dijaga dan didorong ke arah yang semakin baik. Ke depan, pemerintah akan menjalankan mesin fiskal, moneter, dan sektor swasta.

“Fiskal dan moneter sudah gampang, sudah dekat, jalannya sudah hampir sama, sudah seirama. Private sector-nya selain saya melindungi pasar domestik dari barang-barang ilegal, saya juga akan hilangkan bottleneck yang menghambat kemajuan industri dalam negeri, dan menghilangkan daya saing industri di pasar dalam negeri,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics