PP Ungkap Proyek Revitalisasi Terminal 1C Soetta Sudah Tahap Akhir
PT PP (Persero) Tbk mengungkapkan proyek revitalisasi Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah memasuki tahap akhir, dan mulai beroperasi secara bertahap. Proyek senilai Rp 1,3 triliun (termasuk PPN) dikerjakan sejak 18 Februari 2019.
CEO InJourney Airports Muhammad Rizal Pahlevi mengatakan, Terminal 1C mengalami peningkatan luas area dari 48.212 meter persegi, menjadi 68.168 meter persegi. Secara keseluruhan revitalisasi Terminal 1 meningkatkan kapasitas bandara dari 9 juta menjadi 24 juta penumpang per tahun.
“Tim PP hebat, atas capaian yang memungkinkan percepatan operasional Terminal 1C sesuai target,” kata Rizal dalam keterangan resminya pada Rabu (19/11).
Sementara itu, Corporate Secretary PP Joko Raharjo mengatakan, revitalisasi Terminal 1C membawa pembaruan besar terhadap pengalaman penumpang, dan operasional bandara.
Salah satu hal penting dalam revitalisasi, kata Joko, yakni pemasangan plafon rotan sintetis bermotif batik pada area komersial terminal. Selain dipasang dengan sintetis, Joko mengatakan, material itu juga ramah lingkungan.
Joko menambahkan, lebih dari 200 pengrajin UMKM dari Tangerang, Serang, dan Cirebon dilibatkan untuk merakit 1.785 plafon secara manual, dalam kurun waktu kurang dari 25 hari. Inovasi itu, memperindah terminal, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Secara teknis, kata Joko, revitalisasi bangunan itu memiliki tingkat tantangan yang tinggi. Joko menyebutkan, pekerjaan dilakukan pada bangunan yang telah berdiri lebih dari 40 tahun, sehingga proses pemugaran dilakukan dengan tetap menjaga kondisi bangunan yang ada.
“Kami memastikan seluruh pekerjaan berjalan tanpa mengganggu layanan bandara, sembari menjamin keandalan infrastruktur sesuai regulasi penerbangan yang berlaku,” tambah Joko.
Lebih lanjut, kata Joko, PP berkomitmen untuk menghadirkan infrastruktur modern, berkelanjutan, dan berakar pada identitas budaya Indonesia. “Revitalisasi Terminal 1C adalah representasi kemampuan Indonesia untuk membangun bandara yang fungsional, efisien, dan sarat nilai budaya,” ujar Joko.