Kemenkeu Pertimbangkan Rencana Permintaan Tambahan SAL Rp 10 T untuk BTN
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mempertimbangkan rencana permintaan tambahan saldo anggaran lebih (SAL) senilai Rp 10 triliun untuk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Adapun hal yang menjadi pertimbangan Kemenkeu yakni penyerapan SAL yang dilakukan BTN masih cenderung belum menyentuh 50%.
Merujuk pada data, kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, BTN baru menyerap anggaran senilai Rp 10,3 triliun dari penempatan Rp 25 triliun. Secara persentase, BTN menyerap 41% dana SAL yang diberikan pemerintah pada tahap pertama.
“BTN baru 41%, kenapa (BTN) minta lagi? Aneh juga,” kata Purbaya dalam keterangan resminya soal APBN Kita di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (20/11).
Dari jumlah sebesar Rp 200 triliun yang dialokasikan ke Bank Himbara, kata Purbaya, Bank Mandiri telah menyerap 100% atau senilai Rp 55 triliun. BRI pun menyerap 100%, dari alokasi Rp 55 triliun. Kemudian BNI terserap 68% atau terserap Rp 37,4 triliun dari Rp 55 triliun. Dan, BSI menyerap 99% atau Rp 9,9 triliun dari penempatan Rp 10 triliun per 22 Oktober 2025.
Selain itu, kata Purbaya, pihaknya kembali memberikan SAL sebesar Rp 76 triliun pada 10 November 2025. Adapun bank yang mendapatkan alokasi anggaran tersebut yakni Bank Mandiri Rp 25 triliun, BRI Rp 25 triliun, BNI Rp 25 triliun, dan Bank DKI Rp 1 triliun.
“Kita melihat suplai based money-nya itu di Oktober agak turun sedikit ke 7,7% dibanding September akhir 13,3%. Jadi kita pikir ini mesti didorong lagi ke atas. Kemarin, Jumat, kami pindahkan lagi sebagian uang kami ke perbankan sebesar Rp 76 triliun,” tambah Purbaya.
Terkait uang yang tidak terserap, kata Purbaya, Kemenkeu memilih menempatkan SAL itu di sektor perbankan. Sebab, dengan menempatkan dana tersebut pemerintah tetap mendapatkan bunga sebesar 3,8% dari sektor perbankan.
“Itu relatif sedikit yang tidak habis. Seandainya ada kita biarkan di perbankan. Dan tidak rugi, dia (Bank Himbara) tetap bayar bunga,” ujar Purbaya.
Sebagai informasi, BTN berencana menambah penempatan dana SAL pemerintah sebesar Rp 5 triliun-Rp 10 triliun. Direktur Utama BTN Nixon L. P. Napitupulu mengatakan, pihaknya akan mengirimkan surat permohonan kepada Kemenkeu untuk memberikan alokasi SAL tambahan.
Nixon menyebutkan, anggaran itu akan digunakan untuk mendukung sektor perumahan yang masih terus didorong pada periode November-Desember 2025.
“Kita ingin mengajukan surat, tapi belum tahu disetujui atau tidak. Namanya usaha boleh saja. kita ingin minta tambahan antara Rp 5-10 triliun, jika memungkinkan,” kata Nixon di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics
Pelni Rombak Jajaran Direksi, Begini Susunannya
June 23, 2026
Leave a reply Cancel reply
MOST POPULAR TAG
Most Popular
-
Sun Life: 14% Masyarakat Indonesia Merasa Sangat Aman Secara Finansial
June 23, 2026Kementerian Ketenagakerjaan Gandeng Pertamina Kembangkan Daya Saing Tenaga Kerja
June 23, 2026BP BUMN Gandeng Berbagai Pihak untuk Sediakan Hunian yang Layak dan Terjangkau
June 23, 2026Infographic
-
Susunan Pemegang Saham Bank Banten Pasca Bank Jatim Masuk
November 11, 2025 -
Kinerja BPR Berkat Artha Melimpah yang Dimiliki Cucu Eka Tjipta
October 25, 2025 -
5 Subsektor dengan Realisasi PMA Terbesar di Triwulan III-2025
October 20, 2025 -
Produk yang Paling Diminati di TEI 2025, Produk Pertambangan Teratas
October 20, 2025