Adhi Commuter Properti Tbk Beberkan Strategi Perusahaan Hadapi Kondisi Sulit Saat Ini

0
159

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) membeberkan strategi menghadapi kondisi sulit yang dihadapi perusahaan saat ini, merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Achmad Wachid Abdullah, Direktur Utama ADCP menyampaikan perusahaan sedang menghadapi berbagai tantangan yang cukup signifikan. 

“Beberapa faktor eksternal, seperti penurunan daya beli masyarakat, ketidakpastian ekonomi, serta fluktuasi suku bunga yang mempengaruhi kemampuan pembiayaan konsumen, menjadi penyebab utama,” jelas Achmad, mengutip keterbukaan informasi yang disampaikan pada 15 Juli.

Selain itu, tambahnya,  permintaan pasar terhadap properti, baik residensial maupun komersial, mengalami penurunan yang cukup terasa dalam beberapa waktu terakhir. 

Selain faktor eksternal, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk itu juga menghadapi sejumlah tantangan internal terkait dengan pengelolaan proyek yang lebih kompleks. 

“Kondisi ini berimbas pada beberapa proyek yang sedang berjalan, di mana kami harus melakukan penyesuaian baik dari sisi timeline maupun anggaran untuk memastikan keberlanjutan operasional,” kata Achmad.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Achmad mengatakan, perusahaan tetap berusaha untuk fokus menjaga ketercapaian dan terus melakukan berbagai upaya strategis, seperti diversifikasi produk dan layanan, monetisasi idle assets agar dapat menghasilkan pendapatan berulang (recurring income),  penyesuaian strategi pemasaran, serta optimalisasi efisiensi di setiap lini bisnis. 

Baca Juga :   RUPSLB Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) Pangkas Jumlah Komisaris

“Perusahaan juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap portofolio properti yang dimiliki, dengan tujuan untuk fokus pada segmen pasar yang lebih potensial dan memberikan nilai tambah jangka panjang,” ujarnya.

Terkait pengembangan produk, Achmad menyampaikan pengembangan produk yang saat ini dilakukan Perseroan adalah produk real estate residensial (hunian) dan komersial. 

Produk real estate residensial yang dikembangkan sebagian besar adalah residensial high rise atau apartemen dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) dimana pengembangan apartemen tersebut terintegrasi dengan fasilitas transportasi publik. 

Selain apartemen, Perseroan juga mengembangkan produk residensial landed house atau rumah tapak yang berlokasi di Adhi City Sentul, Bogor.

“Pengembangan produk rumah tapak di area tersebut sejalan dengan permintaan pasar yang cukup tinggi untuk produk rumah tapak di area Sentul dan sekitarnya,” jelasnya.

Sedangkan untuk pengembangan real estate komersial, Perseroan saat ini mengembangkan area komersial, baik sewa maupun jual di beberapa kawasan dimana komersial tersebut berada di dalam kawasan apartemen dan perkantoran. 

Pengembangan area komersial sewa diharapkan menjadi sumber pendapatan berulang (recurring income) bagi Perseroan. 

Baca Juga :   ADCP Kantongi Laba Bersih Rp42,8 Miliar di Tahun 2024

Sedangkan pengembangan komersial jual merupakan bagian dari pengembangan residensial high rise atau apartemen yang diharapkan akan menaikkan nilai tambah bagi pengembangan kawasan residensial di area tersebut. 

Perseroan, kata Achamd, saat ini fokus pada penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan untuk memastikan deliver produk kepada konsumen.

Akan tetapi, tambahnya, dengan kondisi pasar saat ini, Perseroan berencana untuk melakukan diversifikasi atas produk yang saat ini dikembangkan.

“Sebagian besar sumber pendapatan perseroan selama ini berasal dari produk real estate jual. Kedepannya perseroan akan mengoptimalkan pendapatan berulang atau recurring income yang berasal dari penyewaan atas aset komersial serta aset tetap lain yang saat ini belum teroptimalkan,” jelasnya.

Selain itu, Perseroan juga akan mengoptimalkan persediaan aset tanah (landbank) yang cukup besar, untuk produk lot komersial untuk sumber pendapatan.

“ADCP juga saat ini memanfaatkan idle asset untuk pemanfaatan komersial bisnis yang diharapkan dapat menunjang pendapatan lain-lain Perseroan,” ujar Achmad.

Leave a reply

Iconomics