Bahlil Sebut BBM Subsidi Tidak Naik, tapi Non-Subsidi Akan Disesuaikan
Bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi berpeluang mengalami kenaikan harga akibat dinamika BBM global. Meski belum dapat diketahui berapa kenaikan yang terjadi, namun tidak menutup kemungkinan penyesuaian harga BBM non-subsidi akan dilakukan pemerintah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjelaskan, pihaknya bersama PT Pertamina (Persero), dan pengusaha swasta sedang melakukan pembahasan untuk mencari formula yang tepat dalam kebijakan BBM non-subsidi.
“Kalau memang itu penyesuaiannya, katakanlah ada, tapi kalau tidak banyak itu jauh lebih baik. Tapi waktunya nanti, berapanya itu nanti kita akan bahas pada fase berikutnya,” kata Bahlil dalam keterangan resminya secara daring pada Selasa (31/3).
Selain itu, kata Bahlil, pemerintah juga membatasi pembelian BBM subsidi jenis Biosolar dan Pertalite untuk kendaraan pribadi roda 4 maksimal pembelian 50 liter per hari per kendaraan. Sedangkan untuk kendaraan umum roda 4 dibatasi maksimal 80 liter per hari. Kendaraan roda 6 atau lebih dibatasi maksimal 200 liter per hari.
“Untuk yang 50 liter per mobil, itu tidak berlaku untuk angkutan umum atau bus. Itu pasti lebih dari itu,” ujar Bahlil.
Meski menghadapi ketidakpastian akibat kondisi geopolitik, kata Bahlil, seluruh stok cadangan BBM dan LPG Indonesia berada di atas standar minimum nasional. Karena itu, harga BBM subsidi dipastikan tidak naik.
“Masih tetap sama. Saya meminta kepada seluruh masyarakat agar informasi yang dipegang informasi yang bersumber dari pemerintah,” ujarnya.