Sequis Life Imbau Masyarakat Atur Ulang Keuangan Pasca-Lebaran
PT Asuransi Jiwa Sequis Life mengajak masyarakat untuk mengatur ulang finansial, dan gaya hidup pasca-Lebaran. Tujuannya untuk menata kembali prioritas hidup setelah periode konsumtif selama Ramadhan, dan libur Lebaran.
Chief of Human Resources and Corporate Service Sequis Life Agustina Samara mengatakan, pasca-Lebaran menjadi momen yang tepat untuk merefleksi, dan menata ulang prioritas hidup. Mengingat, pada periode tersebut biasanya muncul tantangan, dan tekanan finansial.
“Feel good bukan sekadar suasana hati, tapi rasa tenang karena kondisi keuangan terkendali dan kesehatan terjaga,“ kata perempuan yang akrab disapa Tina dalam acara Halalbihalal Better Tomorrow Starts Today Feel Good, Stay Healthy, Be Protected yang diadakan Sequis Life di Jakarta, Selasa (31/3).
Tina melanjutkan, gaya hidup sehat dan disiplin perencanaan keuangan merupakan langkah sederhana namun penting untuk mewujudkan hari esok yang lebih baik. Finansial yang baik perlu berjalan beriringan dengan pola hidup sehat.
Masih kata Tina, ketahanan finansial tidak hanya ditentukan dari besarnya penghasilan, tetapi juga disiplin dalam mengelola arus kas, menyiapkan dana darurat, mengendalikan utang, serta perlindungan finansial.
Dalam kesempatan yang sama, Faculty Head Sequis Quality Empowerment (STAE) Sequis Life Yan Ardhianto Handoyo menambahkan, setelah Lebaran biasanya tekanan yang meningkat akibat akumulasi pengeluaran untuk kebutuhan mudik, konsumsi, hingga pemberian hadiah. Untuk mengatasi masalah itu, diperlukan strategi pemulihan terencana, agar tidak berkembang menjadi risiko finansial jangka panjang.
Selain itu, kata Yan, alokasi keuangan yang ideal yakni 50%-60% untuk kebutuhan rutin, 10%-20% untuk tabungan dan dana darurat, serta perlindungan melalui asuransi jiwa dan kesehatan.
“Asuransi jiwa dan kesehatan merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan finansial keluarga. Asuransi bukan sekadar biaya, melainkan instrumen perlindungan untuk meminimalkan dampak finansial dari risiko yang tidak terduga,” ujar Yan.
Dari sisi kesehatan, Spesialis Gizi Klinik RSPI Pondok Indah dr. Juwalita Surapsari menuturkan, konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak selama Ramadhan pun berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Berdasarkan data profil kesehatan Indonesia 2025 dari Kementerian Kesehatan, kata Juwita, penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas semakin meningkat pada kelompok usia muda (16-30 tahun). Peningkatan dipicu pola konsumsi dan gaya hidup yang tidak sehat, termasuk rendahnya aktivitas fisik pada era digital.
Untuk itu, Juwita menekankan pentingnya prinsip “know your numbers” yang dapat dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan rutin seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks masa tubuh.
“Seseorang dapat saja merasa sehat secara fisik. Namun, indikator kesehatannya belum tentu optimal. Bahkan, dapat mengalami gangguan metabolik. Deteksi dini melalui pemeriksaan berkala merupakan langkah preventif yang lebih cerdas dibandingkan pengobatan jangka panjang,” kata Juwalita.
Melengkapi diskusi, brand ambassador Sequis Life Donna Agnesia pun berbagi pandangan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan dan perencanaan finansial di tengah kesibukan.
“Olahraga yang konsisten akan menjadi kebutuhan tubuh secara alami. Kesibukan seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan,” ujar Donna.
Donna melanjutkan, untuk menuju ke kehidupan yang lebih baik, harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Tidak hanya itu, proteksi pun menjadi bagian penting dari perencanaan hidup. Menurut Donna, asuransi jiwa, dan kesehatan menjadi salah satu cara dalam melindungi diri sendiri, dan keluarga.