Rintis Sejahtera Gandeng Berbagai Pihak Hadapi Akselerasi Digital, BI Catat Beberapa Risikonya

0
6
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Rintis Sejahtera selaku pengelola layanan switching Jaringan Prima berupaya memperkuat kolaborasi dalam menghadapi akselerasi digital. Begitu pula soal dinamika risiko, dan keamanan siber yang semakin kompleks.

Dalam rangka kolaborasi itu, kata Presiden Direktur Rintis Sejahtera Abraham J. Adriaansz, pihaknya lewat Prima Executive Gathering (PEG) 2026 mempertemukan regulator, asosiasi, dan pelaku industri sistem pembayaran membahas berbagai isu.

Dengan mengusung tema Beyond Tomorrow: Securing Progress – Accelerating in Unity, kata Abraham, sebagai refleksi penting bagi industri sistem pembayaran untuk bergerak maju di tengah ketidakpastian. Sebab, kemajuan industri tidak hanya membutuhkan peningkatan kinerja, tetapi juga ketahanan yang dibangun melalui kolaborasi.

Adanya ancaman siber yang semakin kompleks, kata Abraham, menuntut industri sistem pembayaran untuk terus beradaptasi, dan memperkuat kesiapan bersama. Karena itu, kolaborasi dinilai sebagai kunci untuk memastikan inovasi terus berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan.

“Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat dan lanskap risiko yang terus berubah, industri sistem pembayaran tidak dapat hanya berfokus pada peningkatan kinerja hari ini, tetapi juga perlu membangun ketahanan untuk menghadapi tantangan di masa depan,” kata Abraham dalam PEG 2026 di Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Komitmen Jangkau Semua Segmen Masyarakat, Jalin Kerja Sama dengan Allo Bank dan DigiAsia

Dalam acara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta yang hadir sebagai pembicara mengatakan, pertumbuhan transaksi digital Indonesia diproyeksikan semakin pesat dalam beberapa tahun mendatang. Berdasarkan data BI, transaksi ekonomi digital akan meningkat sekitar 4 kali lipat pada 2030.

Di sisi lain, kata Filianingsih, akselerasi digital juga menghadirkan tantangan yang perlu diantisipasi bersama. Ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan seperti peningkatan risiko siber, rendahnya literasi digital, fraud, perlindungan konsumen, hingga maraknya transaksi ilegal.

Untuk mengatasinya, kata Filianingsih, perlu dibangun infrastruktur pembayaran yang tangguh, aman, terintegrasi, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

“Saya menyambut baik kegiatan ini sebagai wadah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh pelaku sistem pembayaran. Atas nama Bank Indonesia, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta komitmen industri dalam mendorong kemajuan sistem pembayaran nasional,” kata Filianingsih.

Dalam acara tersebut ada pula sesi International Best Practice yang menghadirkan 3 pembicara yakni Senior Vice President INF Tech Kenneth Siow, Director of Tencent Cloud Global Technical Support Team Ted Ding, dan Director of AI Solution Architecture at Tencent Cloud Shimin Zhang.

Baca Juga :   Sampoerna Komitmen Kembangkan UMKM Khususnya soal Literasi Digital

Kemudian, sesi diskusi yang bertajuk Accelerating in Unity: Transforming While Performing in an Uncertain World. Ada beberapa pembicara yang mengisi diskusi itu yaitu; Ketua Umum ASPI Santoso; Group Head Digital Retail Banking BRI Kaspar Situmorang; Wakil Direktur Utama BSN Arga M. Nugraha.

Kemudian, Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim Dodit Wiweko Probojakti; Direktur Teknologi Permata Bank Ahmad Mikail Madjid; Executive Director, Country Data Officer UOB Indonesia Fajar Septandri Maharjaya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics