Didorong Industri Pengolahan, Ekspor Triwulan I-2024 Turun 7,25%

0
32

Badan Pusat Statistik [BPS] mengumumkan kinerja ekspor Indonesia selama tiga bulan pertama 2024 mengalami kontraksi terutama disebabkan oleh penurunan ekspor industri pengolahan serta sektor pertambangan dan lainnya.

Pelaksana Tugas [Plt] Kepala BPS, Amalia A.Widyasanti dalam paparannya saat konferensi pers di Jakarta, 22 April menyampaikan, total ekspor Indonesia pada periode Januari-Maret 2024 mencapai US$62,20 miliar, turun 7,25% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya atau year on year (yoy).

Penurunan ini, jelas Amalai, didorong oleh penurunan ekspor migas dan ekspor non migas. Ekspor non migas pada Januari-Maret mencapai US$58,30 miliar, turun sebesar 7,53% yoy.

Sedangkan ekspor migas mencapai US$3,90 miliar selama Januari-Maret 2024 atau turun sebesar 2,81% yoy.

“Jika dilihat menurut sektornya, penurunan nilai ekspor non migas secara akumulatif terjadi di sektor industri pengolahan serta pertambangan dan lainnya,” ujar Amalia.

Kedua sektor ini, tambahnya, memberikan kontribusi 77,55% terhadap total ekspor non migas Indonesia.

Ekspor sektor pertambangan dan lainnya pada Januari-Maret 2024 mencapai US$11,92 miliar, turun 17,31% yoy.

Baca Juga :   Ganjar Beberkan Kondisi Ekonomi dan Peran Pelaku Usaha Milenial di Jateng

Sedangkan, ekspor industri pengolahan mencapai US$45,21 miliar, turun 4,92%.

“Penurunan ekspor sektor industri pengolahan ini menjadi pendorong utama atas turunnya kinerja ekspor periode Januari sampai Maret 2024,” ujar Amalia.

Ekspor Maret

Khusus pada Maret 2024, total ekspor Indonesia mencapai US$22,43 miliar. Amalia mengatakan kinerja ekspor Maret ini mengalami peningaktan 16,4% secara bulanan atau dibanding Februari 2024.

Namun, bila dibanding Maret 2023, kinerja ekspor Maret 2024 ini mengalami penurunan sebesar 4,19%.

Ekspor non migas pada Maret 2024 sebesar US$21,15 miliar dan ekspor migas sebesar US$1,29 miliar.

Leave a reply

Iconomics