Hadapi Kondisi Global, Kemenpar Siapkan Sejumlah Strategi Mitigasi Geliat Wisata

0
89
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan sejumlah strategi mitigasi untuk memastikan geliat pariwisata Indonesia tetap terjaga, meski menghadapi situasi ketegangan geopolitik global.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan, tercatat ada sekitar 90 ribu wisatawan mancanegara yang tidak jadi berkunjung ke Indonesia lantaran situasi tersebut. Padahal, Kemenpar menargetkan 16-17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026 ini.

Lantas bagaimana Kemenpar menyikapi persoalan tersebut? Ni Made Ayu menyebutkan, pihaknya melakukan pivot pasar ke kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, dan pasar penerbangan jarak menengah. Juga memperkuat kampanye digital internasional.

“Kita fokus ke Asia saja, fokus di 7 pasar, Malaysia, Singapura, Jepang, Tiongkok, Korea, Australia, Selandia Baru. Dan 7 pasar yang betul-betul kita fokuskan, karena memang mereka dekat, tidak transit, tidak harus lewat Timur Tengah,” kata Ni Made Ayu dalam acara The Iconomics CEO Forum di gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta, Kamis (23/4).

Selanjutnya, kata Ni Made Ayu, Kemenpar pun menerapkan berbagai upaya untuk mengoptimalkan potensi pariwisata dalam negeri. Beberapa hal yang dilakukan seperti memperkuat daya tarik wisata, sehingga dapat menjaga tingkat hunian destinasi wisata di dalam negeri.

Baca Juga :   BP BUMN Sedang Persiapkan Strategi Jaga Keseimbangan Kinerja Garuda Hadapi Kenaikan Harga Avtur

“Kita melihat unique selling point, kita punya 17 ribu pulau dengan berbagai macam daya tariknya. Pemerintah memastikan destinasi wisata dari 10 ke 3. Jadi dari 38 provinsi yang ada, dan 17 ribu pulau, kita memilih dulu. Kita juga fokus pada wellness atau kebudayaan,” ujar Ni Made Ayu.

Kemudian, ujar Ni Made Ayu, pihaknya pun mengambil langkah kolaborasi dengan lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah menerapkan sejumlah strategi antara lain pemberian intensif penerbangan, kebijakan bebas visa kunjungan, menambah kapasitas kursi penerbangan, serta memperkuat promosi pariwisata.

“Semoga dari krisis ini kita mendapatkan kesempatan yang luar biasa di masing-masing sektor, dan semoga Indonesia bisa memitigasi dengan baik, serta tidak terlalu terganggu dampaknya oleh krisis,” tutur Ni Made Ayu.

Leave a reply

Iconomics