Jurus Penjualan untuk Menyongsong Tantangan Pasar 2026

0
56

MarkPlus Institute melalui MarkPlus Sales Academy kembali menggelar KOPDAR SALES edisi kedua, sebuah forum pembelajaran dan jejaring yang dirancang untuk memperkuat kemampuan tenaga penjualan menghadapi pasar 2026 yang kian dinamis.

Mengusung tema “8 Jurus Jitu & Tren Pasar 2026 dari Sales Jagoan”, forum ini memperluas dampak buku 8 Jurus Jitu Jualan yang kini memasuki cetakan kedua, dengan menghadirkan strategi aplikatif, studi kasus lintas industri, dan perspektif pasar terbaru.

Penyelenggaraan KOPDAR SALES edisi kedua menyoroti kebutuhan mendesak bagi tenaga penjualan untuk beradaptasi di tengah perubahan perilaku konsumen, penetrasi teknologi dan AI, serta kompetisi yang menuntut kreativitas dan adaptasi cepat.

Rangkaian topik acara dikemas dengan pendekatan ringan namun relevan menggunakan analogi menu jajanan seperti BAKSO, ESTEH, OMLET, STMJ, NASGOR, BURJO, dan KOPI, yang memiliki makna masing-masing, sehingga memudahkan peserta menginternalisasi strategi penjualan secara lebih praktis dan humanis.

Dalam sesi pembuka, Marthani, Chief Operating Officer MarkPlus Institute menekankan pentingnya kesiapan mental dan tactical dalam memasuki tahun penjualan 2026. Ia menyampaikan bahwa di akhir tahun, para tenaga penjualan bukan hanya mengejar target 2025, tetapi juga membutuhkan arah yang jelas untuk tahun depan. Melalui forum ini, peserta diharapkan memperoleh strategi efektif untuk memperkuat performa sales di 2026.

Baca Juga :   BCA Catatkan Nilai Penjualan UMKM Fest Rp 3,95 M atau Naik 24% Dibanding 2023

Paparan berikutnya diberikan oleh Antonius Tjahjadi, Top Agent Prudential, dengan topik Empati Sales Tingkatkan Hubungan, yang menekankan pentingnya empati sebagai fondasi engagement yang bermakna antara sales dan pelanggan.

Dari perspektif penjualan berbasis solusi, Siti Masyfiatul Maghfiroh, Assistant Vice President Divisi Penjualan Pegadaian, membawakan materi Obrolin Masalah, Tawarkan Solusi Tepat. Fokusnya terletak pada kemampuan sales menggali kebutuhan dan masalah pelanggan secara mendalam untuk menawarkan solusi yang relevan dan meningkatkan potensi transaksi.

Sementara itu, Fadly Hasan, Director of Business & Asset Optimization Transjakarta, menguraikan strategi Negosiasi Asik, Gaet Order Rutin, yang menyoroti pentingnya negosiasi yang membangun hubungan jangka panjang demi memperluas peluang order berulang.

Pendekatan tren masa depan menjadi fokus Adi Hardiana Samsudin, Head of Merchant Ads Business Grab, melalui materi Kunci Optimisme Tren Pasar Indonesia 2026 yang memaparkan peluang pertumbuhan serta perubahan perilaku konsumen yang perlu diantisipasi secara adaptif.

Dalam konteks inovasi penjualan, Albert Kurniawan, Vice President of Growth & Acquisition blu by BCA Digital, menyampaikan materi Bangun Keunggulan Sales lewat Optimasi Inovasi, menekankan bagaimana pemanfaatan teknologi, data, dan penyempurnaan proses dapat meningkatkan efektivitas kerja sales.

Selanjutnya, Achmad Rendy, Business Director TADA, memaparkan materi Satu Tawaran Membuka Jutaan Jualan, yang menekankan bahwa satu penawaran yang dikemas secara tepat dapat menciptakan peluang penjualan yang jauh lebih besar serta memperkuat persepsi nilai di mata pelanggan.

Baca Juga :   PP Targetkan Pertumbuhan Penjualan hingga Rp 21 T pada 2025

Dari industri commercial vehicle, Steven Lee, Fleet Manager Astra UD Trucks, membawakan materi Bangun Relasi Raih Jutaan Order, menegaskan bahwa relasi kuat dan konsisten menjadi tulang punggung keberlanjutan penjualan, terutama di industri dengan siklus pembelian panjang dan berbasis kepercayaan. (**)

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics