Ketua OJK: Penyaluran Kredit Berangsur Membaik Seiring dengan Pemulihan Ekonomi
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso/iconomics
“Penurunan pertumbuhan kredit karena ada perusahaan-perusahaan besar yang melakukan pelunasan sambil menunggu recovery dan ini juga tercermin dari peningkatan undisbursed loan, (yaitu) fasilitas (kredit) yang diberikan, (namun) belum digunakan sepenuhnya karena menunggu adanya demand dan recovery dari bisnis yang ada,” jelasnya.
Wimboh mengatakan penyaluran kredit kelompok bank BPD dan BUMN masih konsisten mencatatkan pertumbuhan yang positif. Untuk BPD tumbuh 5,68% dan bank BUMN tumbuh 1,45% pada Januari lalu.
“Hal ini mengindikasikan kepada kita semua bahwa pertumbuhan kredit didorong di daerah dan juga dilakukan untuk proyek-proyek UMKM maupun proyek-proyek yang terkait pemerintah,” jelasnya.
Wimboh mengatakan sinyal pemulihan juga sudah terlihat dari adanya pertumbuhan kredit untuk ekspor yang tumbuh 11,93% YoY.
Di tengah kinerja sektor riil yang tertekan, Wimboh mengatakan, sebagian masyarakat cenderung menempatkan dananya di perbankan karena belum adanya kesempatan untuk spending (mengkonsumsi). Dus, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pun mencapai 11,57% YoY. Biasanya, pertumbuhan DPK dalam kondisi normal hanya 6-7%.
“Ini tentunya sementara, akan menjadi normal pada saat kita sudah melakukan aktifitas sosial dan ekonomi kita seperti sebelum pandemi,” ujarnya.
Halaman Berikutnya