Pendapatan Lebih Besar, APBN Indonesia Mengalami Surplus Pada Januari 2022

0
725

Tidak seperti biasanya, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Januari 2022 lalu mengalami surplus, karena realisasi pendapatan negara yang lebih besar dibandingkan belanja negara.

Pendapatan negara selama bulan pertama 2022 ini mengalami pertumbuhan yang signifikan, sementara di sisi lain belanja negara mengalami penurunan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan sepanjang Januari 2022 pendapatan negara mencapai Rp156 triliun, naik 54,9% dibandingkan Januari 2021 lalu. Sementara di sisi lain, total belanja negara pada Januari 2022 mencapai Rp127,2 triliun, turun 13%.

“Bulan Januari APBN kita dengan pendapatan dan belanja negara tersebut mengalami surplus , baik dari keseimbangan primer maupun surplus secara total,” ujar Sri Mulyani saat konferensi pers, Selasa (22/2).

Keseimbangan primer atau selisih pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang mengalami surplus sebesar Rp49,4 triliun. Pada periode Januari 2021 lalu, keseimbangan primer mengalami defisit sebesar Rp20,8 triliun.

Secara total, termasuk pembayaran bunga utang, total surplus APBN pada Januari 2022 sebesar Rp28,9 triliun atau surplus sebesar 0,16% terhadap PDB. Sementara pada Januari tahun lalu, APBN mengalami defisit sebesar Rp45,5 triliun atau -0,27% terhadap PDB.

Baca Juga :   Wakil Ketua Komisi XI Ini Dukung Rencana Pemerintah Naikkan Tarif CHT

“Ini adalah suatu situasi dimana APBN kita mengalami situasi pembalikan yang sangat baik,”ujar Sri Mulyani.

Dengan adanya surplus anggaran ini, pembiayaan dalam bentuk penerbitan surat utang negara menglami kontraksi 101%. “Dalam situasi belum mengeluarkan surat berharga, kita masih punya SiLPA Rp25,9 triliun,” ujar Sri Mulyani.

Pendapatan negara pada Januari 2022 yang tumbuh 54,9%, berasal dari pendapatan perpajakan sebesar Rp134 triliun, naik 65,6% dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp22 trilium naik 11,4%.

Sementara belanja negara mengalami penurunan sebesar 13% terjadi karena penurunan belanja pemerintah pusat terutama belanja Kementerian/Lembaga. Total belanja pemerintah pusat pada Januari 2022 sebesar Rp72,2 triliun, turun 24%. Belanja Kementerian/Lembaga yang merupakan bagian dari belanja pemerintah pusat mengalami penurunan tajam 54,9% menjadi Rp21,8 triliun. Sementara belanja non Kementerian/Lembaga naik 8,1% menjadi Rp50,4 triliun.

Transfer ke daerah dan dana desa mengalami kenaikan sebesar 7,5% menjadi Rp54,9 triliun. Transfer ke daerah terealisasi sebesar Rp54,6 triliun naik 8,4%. Sementara dana desa terealisasi sebesar Rp0,3 triliun, turun 54,7%.

Baca Juga :   DPR Setujui RUU Pertanggungjawaban APBN 2019 Jadi UU

 

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics