Simak Fokus Garuda Indonesia Kedepan, Apa Saja?

0
749

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) terus berbenah. Manajemen berkomitmen tidak mengulangi lagi kesalahan masa lalu yang membuat perusahaan milik negara ini terpuruk hingga terancam gulung tikar.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra mengatakan sesuai kesepakatan dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Hutang (PKPU), bisnis modal Garuda kedepan akan mengutamakan tiga hal yaitu menjadi perusahaan yang lebih simple, profitable dan fokus ke full service.

“Fokus utama kita tetaplah rute domestik dan memilih beberapa rute internasional secara selektif. Tentu saja penerbangan rute-rute internasional tersebut, kita pastikan memenuhi dua persyaratan. Pertama, menguntungkan. Kedua, membantu ekspor produk-produk dalam negeri,” ujar Irfan, Selasa (27/12).

Garuda Indonesia, tambahnya, juga akan makin mempererat kerjasama dengan anak perusahaan yaitu Citilink dalam hal network maupun coverage.

Di sisi armada, jelas Irfan, Garuda akan menyederhanakan jenis armada yang dioperasikan Garuda. “Dua tipe armada, tidak akan lagi kita operasikan di Garuda yaitu CRJ dan ATR. CRJ kita kembalikan semuanya. CRJ kita merasa bahwa itu bukan pesawat jenis yang cocok buat Garuda. Pesawat itu pesawat yang fantastis tetapi enggak cocok untuk Garuda. Yang kedua, ATR seluruhnya akan dioperasikan oleh Citilink,” ujar Irfan.

Baca Juga :   Garuda Indonesia akan Patuhi Ketentuan Harga Tiket Pesawat dari Kemenhub

Untuk menjadi perusahaan yang profitable, selain efisiensi dari sisi biaya, upaya yang dilakukan Garuda adalah selektif dalam memilih rute penerbangan. “Kita masih akan buka peluang untuk rute-rute yang tidak menguntungkan, tetapi kita cari cara untuk menghasilkan keuntungan. Tetapi apabila tidak memungkinkan kita akan pull out dari rute-rute tersebut,” ujarnya.

Irfan berharap tidak ada lagi pihak-pihak manapun yang mengintervensi penentuan rute yang dioperasikan oleh Garuda. “Mohon bapak/ibu sekalian, para stakeholder bisa memahami ketika kita sebagai manajemen mengatakan tidak kepada sebuah keinginan penerbangan ke rute-rute terentu. Bukan karena kita tidak suka terbang ke rute tersebut, tetapi kalau kita tidak punya justifikasi menguntungkan, kita tidak mungkin terbangkan. Bukan tugas kita meyenangkan semua orang untuk terbang kemana-mana,” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics