Tahun 2023 Ini, BNI Bidik Pertumbuhan Kredit Hingga 9%
Menara BNI/Dok. BNI
Setelah sukses melewati tahun 2022 dengan kinerja yang kuat, tahun 2023 ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) optimistis melanjutkan tren pertumbuhan positif. Apalagi, BNI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 ini masih berada di kisaran 5%, inflasi di level 3,8% dan nilai tukar Rupiah kembali menguat sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia.
Novita Widya Anggraini, Direktur Keuangan BNI mengatakan stabilnya ekonomi domestik di tengah perlambatan ekonomi sejumlah negara di dunia, menjadi katalis pertumbuhan bisnis yang sehat bagi sektor perbankan. Novita mengatakan BNI memperkirakan pertumbuhan kredit BNI pada tahun ini berada di kisaran 7% hingga 9%, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tubuh di kisaran 7,2% hingga 8,5%.
“Kinerja BNI 2022 menunjukkan tren yang impresif dan kami juga melihat banyak peluang di 2023 yang dapat kami tangkap untuk melanjutkan tren yang positif ini. Target pertumbuhan BNI 2023 sebesar 7% hingga 9%, tentunya dengan mempertimbangkan pertumbuhan PDB yang moderat. Kami percaya bahwa strategi kami akan fokus pada kualitas dibandingkan kuantitas adalah hal yang paling tepat untuk dilakukan dalam situasi saat ini,” ujar Novita dalam konferensi pers paparan kinerja keuangan tahun 2022, Selasa (24/1).
Novita mengatakan BNI melihat mayoritas sektor ekonomi telah mengalami pemulihan pasca pandemi. Tahun ini, jelasnya, BNI terus konsisten memfokuskan pada pertumbuhan yang sehat dan juga sustainable. BNI melakukan transformasi dengan fokus membangun portofolio kredit yang sehat melalui ekspansi pada debitur-debitur top tier di masing-masing industri dan juga masing-masing regional.
Sementara untuk pertumbuhan DPK, jelasnya, akan difokuskan pada CASA melalui penyediaan solusi keuangan dan transaksi yang komprehensif dan reliable. Net interest margin akan dijaga di kisaran 4,7%, salah satunya dengan tetap menjaga perbaikan kualitas aset sehingga dapat menghasilkan margin yang optimal.
Biaya kredit (cost of credit) diperkirakan akan terus membaik, turun hingga ke level di bawah 1,5%. Hal ini disebabkan karena perbaikan Non Performing Loan (NPL) dari 3% menjadi sekitar 2,5%.
“Indikator-indikator ini memberikan gambaran optimisme kami untuk terus mencetak profitabilitas yang sehat dan sustain sehingga memberikan value yang optimal bagi seluruh stakeholder terutama para pemegang saham,” ujarnya.
Novita menjelaskan upaya transformasi perusahaan di tahun ini akan fokus ke beberapa area seperti pengembangan solusi transaksi dan ekosistem dalam memenuhi kebutuhan nasabah, kemudian pengembangan infrastruktur teknologi serta inovasi digital berbasis data analitik dan customer expereience serta perluasan kemitraan.
“Kami juga akan fokus pada peningkatan CASA dan fee base yang sustain, meningkatkan ekspansi bisnis pada korporasi top tier serta sektor prioritas value chain dan cross selling dengan mengutamakan budaya risiko. BNI juga akan melanjutkan transformasi human capital, culture dan operational sehingga lebih agile dan lean dalam mendukung bisnis, memperkuat jaringan bisnis internasional dalam mendukung penetrasi pasar global serta optimalisasi sinergi BNI grup dalam memperkuat posisi perusahaan anak,” ujarnya.
Halaman Berikutnya