Tak Pengaruhi Operasional, WIKA akan Hadapi Persidangan Lanjutan 5 Januari Mendatang

0
78
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA memastikan gugatan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) PT Abacurra Indonesia, tidak berdampak pada kinerja keuangan, dan kegiatan operasional perseroan.

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin mengatakan pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan Abacurra Indonesia, dan menjalani proses pengecekan legalitas dokumen.

Selain itu, Ngatemin menyebutkan permohonan PKPU yang dilayangkan oleh Abacurra Indonesia, tidak ditujukan kepada anak perusahaan WIKA.

“Hingga saat ini tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup serta kegiatan operasional perseroan,” kata Ngatemin dalam keterangan resminya pada Sabtu (03/01/2026).

Sampai saat ini, Ngatemin menyebutkan pihaknya telah menjalankan persidangan pertama pada Senin 29 Desember 2025, dengan nomor perkara 406/Pdt.SusPKPU/2025/PN.Niaga.Jkt.Pst. Untuk selanjutnya, sidang akan dilaksanakan kembali pada Senin, 5 Januari 2026 dengan agenda pengecekan legalitas dokumen.

Adapun latar belakang gugatan tersebut, kata Ngatemin, yakni adanya sisa kewajiban pembayaran utang kepada Abacurra Indonesia atas tagihan pekerjaan proyek yang sedang dikerjakan. Tagihan tersebut terbagi menjadi beberapa tahap, dengan total nilai sebesar Rp1.513.320.718. WIKA sendiri telah menyelesaikan pembayaran sebesar Rp 718.827.340.

Baca Juga :   Perusahaan Jusuf Kalla Cabut Gugatan PKPU Terhadap Waskita Karya

“Nilai gugatan atas sisa tagihan pekerjaan adalah sebesar Rp794.493.378, dan tidak bersifat material bagi perseroan,” ujar Ngatemin.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics