Uji Laboratorium Sudah Tuntas, Kementerian ESDM Bakal Gelar Uji Jalan B50 pada Awal Desember

0
40

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal menggelar uji jalan (road test) program B50 pada awal Desember 2025, setelah melakukan uji laboratorium. 

Berbicara dalam konferensi pers di sela-sela 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) di Bali, Kamis (13/11), Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengatakan hasil uji laboratorium pada B50 seperti masalah filter clogging dan performa mesin menunjukkan hasil seperti saat dilakukan perubahan dari B30 ke B40.

Pada pengujian B50 ini, lanjut Enny, pihaknya menggunakan dua jenis solar yaitu solar yang beredar sekarang dengan kandungan sulfur 2.000 ppm dan solar dengan kandungan sulfur 50 ppm (standar Euro 4). Penggunaan dua jenis solar ini dilakukan karena kandungan sulfur pada solar berpengaruh pada hasil tes.

Dari dua jenis solar itu, ia mengungkapkan, hasil yang lebih baik memang pada solar dengan standar Euro 4.

Selain itu, Kementerian ESDM juga melakukan uji coba dengan menambahkan Hydrogenated Vegetable Oil (HPO) yang harganya dua kali lipat dari CPO. Dalam pengujian tersebut, campuran 10% HPO pada B40 dan 15% HPO pada B35 menunjukkan hasil yang semakin baik, terutama bila menggunakan solar Euro 4.

Baca Juga :   Jokowi: Industri Kelapa Sawit Harus Utamakan Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri

“Kesimpulannya, memang kalau HPO-nya lebih banyak, Euro 4 juga lebih tinggi atau sulfurnya lebih rendah, itu paling bagus,” ujarnya. 

Namun, karena investasi instalasi HPO di pabrik membutuhkan biaya besar dan waktu panjang, serta harga HPO mencapai sekitar Rp24.000 per liter, maka uji jalan hanya akan dilakukan dengan formula B50 penuh (full FAME) tanpa tambahan HPO.

Uji jalan, jelasnya,  akan dilaksanakan serentak di enam sektor, yaitu  otomotif, alat dan mesin pertanian (alsintan), genset, pertambangan, perkeretaapian, dan perkapalan. 

Semula, rencana uji jalan ini dilakukan akhir November. Namun, dijadwal ulang karena mengikuti agenda Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. 

“Lalu, kita pindah ke early December. Prediksi saya sih 3 Desember, pengennya 3 Desember, karena kita hitung dari persiapan sekarang, overhaul dari kendaraan-kendaraan yang disiapkan,” ujarnya.

Durasi uji jalan bervariasi, antara dua hingga delapan bulan, tergantung sektor yang diuji. 

Terkait kebijakan mandatori B50, Enny menyebutkan pemerintah masih melakukan kajian komprehensif, mencakup aspek teknoekonomi, Harga Indeks Pasar (HIP), hingga ketersediaan pasokan. Kajian tersebut dilakukan bersama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk menentukan langkah paling tepat.

Leave a reply

Iconomics