WIR Group dan Sampoerna University Kembangkan Metode Autentikasi Ijazah Berbasis Teknologi Blockchain

0
201

Perusahaan teknologi imersif dan web3 yang berfokus pada Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), Artificial Intelligence (AI), dan blockchain, WIR Group (PT WIR Asia Tbk) melalui anak usahanya Nusameta, menjalin kerja sama dengan Sampoerna University mengembangkan metode autentikasi atau pembuktian keabsahan ijazah berbasis teknologi blockchain pertama di Indonesia.

Kerja sama keduanya ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan oleh Gupta Sitorus selalu Group Chief Sales and Marketing Officer WIR Group dan Dr. Wahdi Yudhi, Rektor Sampoerna University, pada 24 Januari 2024 di Jakarta.

Dr. Marshall Schott Ph.D. selaku President of Sampoerna University, mengatakan pendekatan Sampoerna University dalam mengintegrasikan teknologi blockchain untuk pendidikan dan autentikasi ijazah bukan hanya menjadi inovasi, namun juga menjadi contoh nyata bagaimana institusi pendidikan dapat berinovasi dan beradaptasi dengan tuntutan dunia saat ini.

“Kami bangga dapat melakukan kolaborasi dengan WIR Group dan Nusameta  untuk menjadi pionir dalam aplikasi teknologi ini. Langkah ini kami ambil dengan tujuan untuk mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan penipuan kredensial atau pemalsuan ijazah, menyederhanakan proses verifikasi, dan memberikan kontrol yang lebih besar kepada mahasiswa atas catatan akademik mereka. Kami berharap kolaborasi yang dilakukan dapat membantu penerima ijazah untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat di era digital,” ujar Marshall.

Baca Juga :   Wamendag: Investor Singapura Bisa Manfaatkan Potensi Pasar Kripto Indonesia

Mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Sampoerna University, Gupta Sitorus selaku Group Chief Sales and Marketing Officer WIR Group mengatakan adopsi teknologi blockchain yang semakin luas telah mengantarkan era baru inovasi dan efisiensi di berbagai sektor.

Sifat blockchain yang terdesentralisasi, menurut Gupta, tidak hanya menjamin transparansi tetapi juga meningkatkan keamanan yang merupakan hal  yang berharga dalam lanskap digital saat ini.

“Teknologi blockchain bukan hanya menjadi solusi untuk masalah autentikasi ijazah, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih maju dan adaptif di era digital ini. Semangat kolaborasi ini diharapkan tidak hanya merespons kebutuhan saat ini tetapi juga menjadi fondasi untuk perkembangan dan transformasi lebih lanjut di masa depan. Kami berharap bahwa langkah-langkah inovatif seperti ini akan menginspirasi lembaga pendidikan lainnya untuk menjelajahi potensi teknologi terdepan demi memajukan sistem pendidikan Indonesia,” ujar Gupta.

Leave a reply

Iconomics