Bank Woori Saudara Perluas Akses Installment Bisnis untuk Nasabah Perusahaan

0
47
Reporter: Kristian Ginting

Bank asal Korea Bank Woori Saudara (BWS) memiliki produk funding khusus untuk nasabah perusahaan berupa ‘Installment BWS’. Melalui Installment BWS, nasabah perusahaan memiliki berbagai macam fleksibilitas untuk merencanakan keuangan mereka.

Installment BWS merupakan tabungan angsuran yang bertujuan untuk membantu nasabah perusahaan dalam merencanakan keuangan sembari mendapatkan tingkat suku bunga yang maksimal.

Nasabah perusahaan dapat menyetorkan angsuran dalam jumlah tetap (installment) secara bulanan selama periode tertentu, pada tanggal yang tetap dan dapat menariknya kembali sesuai kontrak pada tanggal jatuh tempo.

Dengan Installment BWS, nasabah perusahaan dapat merencanakan keuangan untuk masa depan dan memberikan kebebasan serta fleksibilitas dalam menentukan jangka waktu serta jumlah setoran bulanan. Selain itu nasabah perusahaan juga bebas memilih jangka waktu simpanan dan jumlah setoran.

Keuntungan lain yang diperoleh dari Installment BWS adalah nasabah perusahaan dapat memperoleh suku bunga tabungan yang lebih menarik dibandingkan dengan tabungan yang biasa. Selain itu, pembayaran bunga dapat dilakukan saat jatuh tempo.

Nasabah perusahaan dapat menyetorkan dana yang akan ditabung dalam bentuk rupiah maupun valas dalam kurs dolar Amerika Serikat (AS). Lewat Installment BWS, nasabah perusahaan juga dimanjakan dengan gratis biaya administrasi.

Baca Juga :   Ada Putusan Pailit, Begini Langkah yang Bakal Ditempuh Pemegang Polis dan Kresna Life

Adapun syarat dan ketentuan untuk Installment BWS adalah jangka waktu tabungan minimal 6 bulan, nominal setoran bulanan minimal Rp 1 juta atau US$ 100 serta membuka rekening Tabungan Woori Saudara (IDR/USD) sebagai tabungan relasi sekaligus sebagai rekening penampungan pencairan.

Analis Daniel Widjaya dari Mirae Asset Sekuritas melihat produk Installment BWS sebagai salah satu strategi funding yang menarik yang dilakukan oleh bank.

“Strateginya seperti savings tapi juga punya fitur seperti deposito. Ini bisa menjadi strategi tepat untuk menghimpun dana dari nasabah perusahaan, optimalisasi biaya dana sekaligus menjaga likuiditas bank,” ungkap Daniel di Jakarta, Kamis (15/1).

Di tengah era suku bunga dan kebijakan moneter yang lebih akomodatif seperti sekarang ini, Daniel juga melihat bahwa bank-bank memiliki momentum untuk melakukan inovasi produk funding yang relevan dengan tetap fokus pada struktur dana pihak ketiga (DPK), biaya dana dan likuiditas serta fungsi intermediasi.

“Untuk bank-bank dengan skala lebih kecil memang perlu lebih jeli dalam melakukan inovasi produk funding agar tetap kompetitif di industri dan mampu merespons dinamika persaingan serta regulasi yang ada saat ini,” tambah Daniel.

Baca Juga :   BCA Kembali Jadi Bank Administrator Rekening Dana Nasabah dan Pembayaran KSEI Periode 2024-2029

Ia juga optimistis, bank-bank yang terus berinovasi dan memperkuat struktur DPK akan lebih diuntungkan dan memiliki daya saing yang baik.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics