Danantara Dapat Kredit Bergulir Senilai US$ 10 M dari 5 Bank Internasional

0
125
Reporter: Rommy Yudhistira

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengaku mendapat pendanaan fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility), senilai US$ 10 miliar dari 5 bank internasional. Fasilitas kredit itu akan digunakan untuk kepentingan investasi baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Managing Director Finance Danantara Djamal Attamimi mengatakan, Danantara memiliki beberapa prioritas yang akan dijalankan untuk 6 bulan ke depan. Pertama, Danantara fokus mengelola permodalannya melalui pendekatan terintegrasi, dan jangka panjang.

“Fokus di sektor yang memiliki dampak besar. Sektor utamanya ada 7 yaitu mineral, energi terbarukan, infrastruktur digital, kesehatan, jasa keuangan, infrastruktur dasar, utility, kawasan industri, pangan, dan pertanian,” kata Djamal dalam forum diskusi Bisnis Indonesia Midyear Challenges 2025, di Jakarta, Selasa (29/7).

Selain hilirisasi, kata Djamal, Danantara pun akan mendorong investasi dari sisi hulu. Pasalnya, hilirisasi sulit terlaksana, apabila industri dari sisi hulu belum mencukupi.

“Kalau di hulunya kurang cukup, masih banyak faktor negatifnya buat ekonomi. Karena artinya barang-barang dasar tersebut masih harus kita peroleh melalui impor,” tambahnya.

Baca Juga :   Bidik Potensi Sektor Informal, BTN Gandeng GoTo dan IKAPPI Salurkan Kredit

Untuk menjawab tantangan dan peluang yang muncul dari dinamika global, kata Djamal, Danantara mengadopsi strategi investasi melalui 3 pilar utama. Pertama, membangun platform investasi strategis bersama mitra institusional, baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Fokusnya adalah menyalurkan investasi ke sektor-sektor prioritas yang dapat mendorong pertumbuhan, dan ketahanan ekonomi nasional,” ujar Djamal.

Kedua, lanjut Djamal, Danantara berupaya mengelola portofolio secara profesional, dan terukur, melalui diversifikasi lintas kelas aset. Hal itu dilakukan melalui investasi publik, dan membangun kemitraan dengan pihak ketiga.

Untuk pilar ketiga, kata Djamal, Danantara akan memperkuat kapasitas pembiayaan investasi dengan memanfaatkan instrumen global. Termasuk skeme co-investment, dan standby credit facility dari lembaga keuangan internasional.

“Jadi, 3 poin ini kelihatannya basic, tapi sangat penting. Karena sebenarnya kalau kita lihat sovereign wealth di negara-negara lain, mereka mengadopsi prinsip yang sama. Karena memang ini prinsip investasi secara umum yang harus diaplikasikan,” katanya.

Leave a reply

Iconomics