Gapki: Produksi CPO Naik 7,26% di 2025 Menjadi Sekitar 52 Ribu Ton

0
53
Reporter: Rommy Yudhistira

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyebut jumlah produksi minyak sawit mentah (CPO) meningkat pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Gapki mencatat jumlah produksi CPO mencapai sekitar 52 ribu ton pada 2025, atau naik 7,26% dibandingkan 2024 yang mencapai sekitar 48 ribu ton.

Begitu pula untuk produksi minyak inti kelapa sawit (PKO) meningkat 6,41% menjadi 4.893 ton, dari sebelumnya 4.598 ton pada tahun lalu. Berdasarkan laporan tertulis Gapki, total konsumsi dalam negeri juga meningkat dari sekitar 24 ribu ton pada 2024 menjadi sekitar 25 ribu ton pada 2025, atau melonjak 3,82%.

Peningkatan terjadi pada konsumsi biodiesel yang naik menjadi sekitar 13 ribu ton, atau 10,97% dari tahun sebelumnya sekitar 11 ribu ton. Kenaikan biodiesel disebabkan dari peningkatan bauran dari 35% menjadi 40%. “Konsumsi oleokimia naik dari 2.207 ton menjadi 2.234 ton, atau naik sebesar 1,22%. Namun, konsumsi pangan menurun menjadi 9.834 ton dari 10.205 ton pada tahun sebelumnya atau turun sebesar 3,64%,” tulis laporan resmi Gapki pada Kamis (12/3).

Baca Juga :   Astra Agro Keliling Sekolah Dasar Kampanyekan Kelapa Sawit

Dari sisi ekspor, Gapki mencatat peningkatan total ekspor sekitar 32 ribu ton, atau lebih tinggi 9,51% dari ekspor 2024 yang mencapai sekitar 30 ribu ton. Peningkatan ekspor terbesar ada pada minyak sawit olahan yang meningkat menjadi sekitar 23 ribu ton, dari sekitar 20 ribu ton pada tahun sebelumnya.

Kemudian, olahan minyak sawit inti yang naik menjadi 1.560 ton dari 1.262 ton, oleokimia bertambah menjadi 5.076 ton dari  4.796 ton, dan CPO melonjak menjadi 2.964 ton dari 2.916 ton. Untuk negara tujuan, peningkatan ekspor yang naik antara lain Afrika meningkat 991 ribu ton, Tiongkok naik 644 ribu ton, Malaysia naik 516 ribu ton, Bangladesh naik 503 ribu ton, dan Pakistan naik 214 ribu ton.

Sedangkan penurunan ekspor terjadi pada negara tujuan India turun 859 ribu ton, Uni Eropa turun 97 ribu ton, dan Amerika Serikat turun 15 ribu ton. Secara keseluruhan, nilai ekspor mencapai US$ 35,87 miliar, atau lebih tinggi 29,23% dari ekspor 2024 yang sebesar US$ 27,76 miliar.

Baca Juga :   Holding Perkebunan Nusantara PTPN III: Replanting PTPN IV Regional III Sudah Siap Panen

Menurut manajemen Gapki, peningkatan nilai ekspor terjadi dari naiknya volume, dan harga rata-rata cif Rotterdam 2025 sebesar US$ 1.221 per ton lebih tinggi dari harga rata-rata tahun 2024 US$ 1.084 per ton.

“Dengan produksi, konsumsi dan ekspor seperti dipaparkan di atas, stok akhir CPO dan PKO tahun 2025 sebesar 2.068 ton yang lebih rendah 19,79% dari stok akhir 2024 sebesar 2.577 ton,” tulis manajemen Gapki.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics