Kinerja Keuangan BNC: Bukukan Laba Bersih Rp 565,6 M di Akhir 2025

0
56
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) membukukan laba bersih senilai Rp 565,6 miliar pada akhir 2025. Juga mencatatkan total aset senilai Rp 18,9 triliun, tumbuh 8,99% secara tahunan (yoy).

Kemudian, kata Direktur Utama BNC Eri Budiono, dana pihak ketiga (DPK) tercatat senilai Rp 14,03 triliun pada 2025, naik 7,37% yoy dari Rp 13,06 triliun pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut, kata Eri, karena peningkatan dana tabungan yang mencapai Rp 3,5 triliun, naik dari Rp 3,09 triliun pada Desember 2024. Selanjutnya, deposito senilai Rp 9,8 triliun, rasio kredit bermasalah (NPL) net pada level 0,89%, rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) di level 51,21%, rasio cakupan likuiditas (LCR) 614,93%.

“Kepercayaan nasabah yang terus meningkat menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan perbankan digital yang aman, andal, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Eri dalam keterangan resminya pada Rabu (1/4).

Masih soal kinerja, kata Eri, BNC mencetak rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) senilai 84,1%, dari sebelumnya 99,3%. Lalu, rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) 31,3%, dan margin bunga bersih (NIM) 14,3%.

Baca Juga :   KCIC dan Pixel Group Kerja Sama Bangun Ekosistem Media Luar Ruang

Kinerja profitabilitas, kata Eri, tercermin pada tingkat pengembalian aset perusahaan (ROA) 3,1% dari 0,10%, pengembalian ekuitas (ROE) meningkat menjadi 15,1% pada 2025 dari sebelumnya 0,59% di 2024. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 49,07%, atau naik dibandingkan 35,30% pada tahun sebelumnya. Peningkatan disebabkan pertumbuhan laba bersih perusahaan.

Di samping itu, kata Eri, Selain itu, BNC mempertahankan posisi permodalan dengan modal inti sebesar Rp 4,03 triliun, atau meningkat dari Rp 3,3 triliun pada tahun sebelumnya.

“Kami akan terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjaga disiplin dalam pengelolaan risiko dan menjaga tata kelola yang baik sebagai landasan utama dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang dan melanjutkan momentum pencapaian positif hingga ke tahun-tahun selanjutnya,” kata Eri.

Leave a reply

Iconomics