Lebih dari 900 Ribu Kendaraan Melintas di 6 Ruas Jalan Tol Trans Sumatra di Periode Libur Nasional 2025

0
74
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Hutama Karya (Persero) mencatat lebih dari 900 ribu kendaraan melintas di 6 ruas jalan Tol Trans Sumatra selama periode libur nasional 2025. Jumlah kendaraan itu, meningkat 87% dibandingkan dengan periode normal.

Beberapa ruas tol yang dilintasi kendaraan selama periode itu yakni, Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (Terpeka), Tol Indralaya-Prabumulih (Indraprabu), Tol Pekanbaru-Dumai, Tol Indrapura-Kisaran (Inkis), Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat), Tol Sigli-Banda Aceh. Ada pula 2 ruas tambahan yang baru diterapkan pada periode kedua 27-29 Juni yakni Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar, dan Tol Bengkulu-Taba Penanjung.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim mengatakan, peningkatan arus lalu lintas itu, karena penerapan potongan tarif 20% yang diberlakukan pemerintah selama periode tersebut. Karena kebijakan itu, peningkatan arus lalu lintas tertinggi terjadi di Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar dengan peningkatan sebesar 90%.

Adjib menambahkan, periode potongan tarif berlaku secara 3 tahap yaitu pada 7-10 Juni, 27-29 Juni 2025, dan 11-13 Juli 2025. Potongan tarif berlaku mulai pukul 07.00 WIB, khusus untuk ruas Tol Inkis, dan Kutapet yang terintegrasi dengan Medan Raya, potongan tarif berlaku mulai 00.00 WIB sepanjang periode itu.

Baca Juga :   PP Targetkan Pertumbuhan Penjualan hingga Rp 21 T pada 2025

“Program ini bertujuan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus meringankan biaya perjalanan. Terlepas dari penerapan potongan tarif tersebut, minat pengguna jalan tol yang melintas ke destinasi wisata atau kampung halaman diperkirakan disebabkan karena adanya periode libur panjang nasional dan libur sekolah 2025,” kata Adjib dalam keterangan resminya pada Sabtu (19/7).

Masih kata Adjib, pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk mematuhi ketentuan berkendara, dengan menjaga kecepatan maksimal 80 kilometer per jam, tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat, serta mematuhi rambu lalu lintas yang tersedia.

“Program ini bertujuan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus meringankan biaya perjalanan. Terlepas dari penerapan potongan tarif tersebut, minat pengguna jalan tol yang melintas ke destinasi wisata atau kampung halaman diperkirakan disebabkan karena adanya periode libur panjang nasional dan libur sekolah 2025,” ujar Adjib.

Leave a reply

Iconomics