Nokia Dapat Proyek Tahun Jamak dari Bharti Airtel di India

0
549

Nokia mendapatkan kontrak tahun jamak dari Bharti Airtel Ltd, perusahaan telekomunikasi terbesar ketiga di India. Kontrak itu berkaitan dengan penyediaan peralatan dan layanan komunikasi.

Seperti dilaporkan Reuters pada Selasa (28/4), CEO Nokia Rajeev Suri mengatakan, kontrak tersebut menjadi penting untuk perusahaannya terutama untuk memperkuat posisi Nokia di India. Kontrak itu juga menjadi dasar kedua perusahaan untuk penyediaan konektivitas 5G di masa mendatang.

Kontrak ini juga meliputi pembangunan 300 ribu jaringan radio yang tersebar di 9 wilayah. Kendati tidak disebutkan nilai kontrak kerja sama itu, analisis menyebutkan kontrak bisnis yang dilakukan Nokia dan Bharti Airtel bernilai US$ 1 miliar.

Proyek tahun jamak yang meliputi berbagai macam pembangunan itu diperkirakan selesai pada 2020. Nokia menilai, permintaan konsumen atas bisnis ini bisa menurun dan berisiko dalam jangka panjang. Terutama setelah Mahkamah Agung India memutus bahwa Bharti Airtel harus membayar izin penggunaan jaringan masa lalu.

Pihak otoritas di India meminta operator atau perusahaan telekomunikasi untuk membayar pemakaian frekuensi sekitar US$ 12,1 miliar. Biaya itu sudah termasuk bunganya. Dari 3 perusahaan yang diminta membayar penggunaan frekuensi itu, 1 di antaranya adalah Bharti Airtel.

Baca Juga :   Peneliti CSIS: Siapapun Presiden di 2024, Programnya Terikat dengan Pemerintah Saat Ini

 

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics