Strategi Komunikasi Efektif: Mengkomunikasikan CSR dari POV Penerima Manfaat

0
199
Reporter: Rommy Yudhistira

Setiap perusahaan baik swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN) sesuai aturan perundang-undangan wajib menjalankan program tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR). Sesuai pedoman ISO 26000, pelaksanaan CSR harus berdampak kepada masyarakat dan lingkungan hidup.

Namun, dalam penyelenggaraannya CSR pun perlu didukung dengan komunikasi yang baik dari perusahaan, sehingga pesan dan tujuan pelaksanaannya bisa diterima publik. Soal ini, kata Head of Corporate Communication and CSR Nusantara Infrastructure Indah D. P. Pertiwi, sebagus apapun program CSR itu, bila tidak dikomunikasikan tidak akan diketahui publik.

Karena itu, kata Indah, sebelum melaksanakannya perusahaan perlu mengetahui tujuan utama CSR. Dengan begitu, perusahaan tidak sekadar berdonasi, tetapi juga perlu memperhatikan dampak keberlanjutan dari program tersebut.

“Boleh saja sebenarnya untuk donasi. Tapi kalau kita membicarakan sustainability, itu seharusnya memberikan dampak,” kata Indah dalam diskusi virtual pada Rabu (09/07/2025).

Dalam mengkomunikasikan CSR, kata Indah, pihaknya menyarankan beberapa hal untuk dilakukan seperti awal pelaksanaan, setelah program berjalan, dan dampaknya.

Baca Juga :   Kunjungi Keliki, Desa Energi Berdikari Pertamina, Deputy Secretary of Energy Amerika Serikat Terkesan dengan Leadership Komunitas

“Di fase 1 tahun pertama, kita melakukan apa saja. Kedua dan ketiga, dan seterusnya, sampai dengan fase kemandirian,” ujar Indah.

Di samping itu, kata Indah, mengkomunikasikan program CSR sebaiknya dilakukan melalui kacamata penerima manfaat. Hal itu dilakukan agar pesan dan tujuan utama CSR dapat tersampaikan dengan baik.

“Lebih baik kita balik angle-nya. Angle yang mengutamakan dari point of view penerima manfaatnya,” tambah Indah.

Untuk mengukur kesuksesan program CSR, kata Indah, perusahaan biasanya menggunakan beberapa metode seperti pemantauan media, analisis sentimen, dan social return on investment (SROI). Dengan menggunakan metode-metode itu suatu perusahaan bisa mengetahui sejauh mana dampak yang dirasakan penerima manfaat CSR.

“Dengan demikian, informasi yang kita sampaikan ke publik itu transparan. Bahwa memang faktanya seperti itu. Dan, akhirnya ketulusan dari point of view penerima manfaat tersebut,” ujar Indah.

Leave a reply

Iconomics