Pendapatan Usaha WIKA Beton Turun 27,08% Menjadi Rp 3,5 T di 2025
Pengerjaan proyek infrastruktur oleh WIKA Beton/WTON
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) membukukan pendapatan usaha senilai Rp 3,5 triliun pada 2025. Jumlahnya menurun sekitar 27,08% dari pendapatan usaha 2024 yang mencapai Rp 4,8 triliun.
Merujuk laporan keuangan, WIKA Beton mencatat beban pokok pendapatan senilai Rp 3,3 triliun. Dengan begitu, laba bruto perusahaan pada 2025 senilai Rp 256,9 miliar, atau turun 31,2% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 373,6 triliun.
Masih pada periode yang sama, WIKA Beton mencetak laba bersih tahun berjalan senilai Rp 4,1 miliar, turun 93,6% dari laba bersih 2024 yang senilai Rp 64,1 miliar. Apabila tidak dihitung dengan pajak, laba yang diperoleh mencapai Rp 19,8 miliar pada 2025.
Dari sisi aset, WIKA Beton berjumlah aset senilai Rp 6,2 triliun pada 2025. Jumlahnya menurun 12,6% dari aset tahun sebelumnya sebesar Rp 7,1 triliun.
Adapun jumlah aset WIKA Beton terdiri atas aset lancar senilai Rp 3,1 triliun, dan aset tidak lancar Rp 3,1 triliun. Sementara liabilitas WIKA Beton senilai Rp 2,6 triliun.
Angka ini menurun 25,7% dari liabilitas 2024 senilai Rp 3,5 triliun. Sedangkan total liabilitas meliputi jangka pendek sebesar Rp 2,4 triliun, dan liabilitas jangka panjang Rp 175,4 miliar.
Lalu ekuitas WIKA Beton yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 3,62 triliun, dan untuk kepentingan non-pengendali senilai Rp 58,2 miliar. Secara keseluruhan jumlah ekuitas WIKA Beton pada 2025 senilai Rp 3,68 triliun.