Laba Bank Mestika Turun ke Rp319,9 Miliar, Kredit dan DPK Tumbuh

0
66

PT Bank Mestika Dharma Tbk mencatat penurunan laba bersih sepanjang 2025 di tengah tekanan pada kinerja operasional dan meningkatnya beban usaha.

Berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2025, laba tahun berjalan Bank Mestika tercatat sebesar Rp319,98 miliar, turun sekitar 20,7% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp403,38 miliar.

Penurunan laba sejalan dengan melemahnya laba operasional yang turun dari Rp521,03 miliar menjadi Rp406,45 miliar.

Dari sisi pendapatan, bank membukukan pendapatan bunga sebesar Rp1,24 triliun, naik tipis dari Rp1,21 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, kenaikan beban bunga menjadi Rp334,58 miliar membuat pendapatan bunga bersih turun menjadi Rp909,33 miliar dari sebelumnya Rp916,27 miliar.

Selain itu, pendapatan operasional lainnya juga mengalami penurunan signifikan menjadi Rp76,85 miliar, dari Rp139,86 miliar pada 2024, terutama akibat turunnya pemulihan kredit yang telah dihapusbukukan.

Di sisi beban, total beban operasional meningkat menjadi Rp579,73 miliar dari Rp535,10 miliar. Kenaikan terutama berasal dari beban tenaga kerja yang mencapai Rp324,71 miliar serta beban umum dan administrasi sebesar Rp225,59 miliar.

Baca Juga :   OJK Bakal Hapus KBMI 1, Bank Mestika akan Tambah Modal untuk Naik Kelas

Kredit dan Aset Tumbuh

Di tengah penurunan laba, intermediasi Bank Mestika masih menunjukkan pertumbuhan. Penyaluran kredit meningkat menjadi Rp11,06 triliun dari Rp10,68 triliun pada 2024.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang tercermin dari simpanan nasabah naik menjadi Rp10,99 triliun, dibandingkan Rp10,29 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset Bank Mestika tercatat relatif stabil di level Rp16,66 triliun, sedikit meningkat dari Rp16,57 triliun pada 2024.

Adapun ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp5,45 triliun dari Rp5,08 triliun, didorong oleh akumulasi laba dan kenaikan penghasilan komprehensif lain.

Bank juga mencatat cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) kredit sebesar Rp168,01 miliar, meningkat dari Rp149,05 miliar pada tahun sebelumnya, mencerminkan kehati-hatian dalam mengantisipasi risiko kredit.

Kredit tetap menjadi kontributor utama aset dengan porsi sekitar 66% dari total aset, menjadikan pengelolaan risiko kredit sebagai fokus utama manajemen.

Leave a reply

Iconomics