PP Terapkan Praktik Konstruksi Berkelanjutan, Selaras dengan Program Asta Cita Pemerintah
PT PP (Persero) Tbk menerapkan praktik konstruksi berkelanjutan melalui inovasi konstruksi hijau, dan efisiensi energi di berbagai proyek strategis nasional. Langkah itu menjadi bagian dari transformasi korporasi untuk memperkuat reputasi sebagai pelopor pembangunan ramah lingkungan di Indonesia.
Corporate Secretary PP Joko Raharjo mengatakan, PP kini memandang pembangunan tidak hanya dari sisi infrastruktur fisik, tetapi juga dari tanggung jawab ekologis, dan sosial. Sebagai perusahaan konstruksi di bawah naungan Danantara Indonesia, PP telah menerapkan konsep konstruksi hijau, dan efisiensi energi di sejumlah proyek.
Adapun beberapa proyek tersebut yakni, gedung IT Mandiri, gedung BRI Tower, Bandara Internasional Yogyakarta, JSI Sunter, Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, gedung Kementerian PUPR, dan proyek lainnya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“PT PP tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga masa depan yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan. Kami berkomitmen menjadikan setiap proyek sebagai perwujudan dari pembangunan berkelanjutan yang berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Joko dalam keterangan resminya pada Senin (27/10).
Selain menerapkan praktik hijau, Joko mengatakan, PP pun aktif berkolaborasi dengan perusahaan rintisan teknologi konstruksi, dan perguruan tinggi nasional. Kolaborasi dilakukan untuk mengembangkan riset terkait efisiensi energi, smart building management, dan teknologi ramah lingkungan.
Melalui kolaborasi itu, kata Joko, PP berkomitmen mempercepat adopsi teknologi hijau di sektor konstruksi Indonesia. PP menilai langkah tersebut selaras dengan program Asta Cita, khususnya pilar memperkuat ketahanan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan, serta mendukung target emisi nol bersih pada 2060.
“Transformasi hijau bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Kami ingin memastikan bahwa setiap pembangunan yang dilakukan oleh PT PP memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga bagi lingkungan dan generasi mendatang,” ujar Joko.