PTPN IV PalmCo Akan Bangun 16 Pabrik di Sumut dan Banten, Mampu Serap hingga Ribuan Tenaga Kerja
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui PTPN IV PalmCo berencana membangun 16 pabrik compressed biomethane gas (CBG) di Sumatra Utara (Sumut) dan Banten. Fasilitas itu akan digunakan untuk mengolah limbah cair yang bersumber dari 17 pabrik kelapa sawit (PKS).
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, pengembangan strategis itu melibatkan PT Renikola sebagai mitra pelaksana. Dan rencananya memasuki tahap peletakan batu pertama pada awal 2027.
“Pembangunan 16 pabrik CBG yang terintegrasi dengan 17 PKS kami ini adalah bukti keseriusan kami. Kami tidak melihat limbah sawit sebagai residu, melainkan sebagai sumber daya energi masa depan yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” kata Jatmiko dalam keterangan resminya pada Rabu (18/2).
Ekspansi itu, kata Jatmiko, merupakan kelanjutan dari proyek percontohan di PKS Tinjowan, Kabupaten Simalungun, Sumut. Pembangunan di Tinjowan saat ini dipercepat dengan target penyelesaian dalam waktu 14 bulan.
Dengan demikian, kata Jatmiko, fasilitas tersebut dapat beroperasi pada Kuartal IV/2026. Selain dampak lingkungan, aspek sosial juga menjadi perhatian utama PTPN IV.
Pembangunan 16 infrastruktur itu, kata Jatmiko, diproyeksikan menyerap tenaga kerja secara masif. Pada fase konstruksi saja, setiap titik pabrik disebut membutuhkan sekitar 50 hingga 100 orang pekerja.
“Jika diakumulasikan dari 16 lokasi, kita berbicara tentang potensi 800 hingga 1.600 lapangan kerja baru yang terbuka bagi masyarakat sekitar,” ujar Jatmiko.
Secara estimasi, kata Jatmiko, setiap pabrik akan dijalankan 8 hingga 10 personel tetap. Dengan kata lain, PalmCo turut andil dalam mencetak talenta baru yang siap bersaing di era ekonomi hijau.
“Ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi biasa. Ini adalah green jobs. Setelah pabrik berdiri dan dioperasionalkan, kami membutuhkan tenaga ahli dan operator yang kompeten untuk menjalankan teknologi biometana ini,” katanya.