Waskita: Pilar Restrukturisasi Keuangam Dasar Perusahaan untuk Melangkah ke Depan
Ilustrasi kantor Waskita Karya/ist
Dalam rencana kerja PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk 2025, menempatkan restrukturisasi keuangan sebagai pilar utama. Keberhasilan pelaksanaan pilar tersebut, menjadi dasar untuk melanjutkan sejumlah langkah strategis lainnya ke depan.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2024-2029, selain restrukturisasi, pilar strategis lainnya meliputi pengembangan usaha, peningkatan sumber daya manusia (SDM), governance risk and compliance (GRC), dan digitalisasi. Dengan menjalankan 4 pilar itu, diharapkan dapat mewujudkan visi Waskita sebagai perusahaan yang membangun ekosistem berkelanjutan.
Untuk pertumbuhan usaha, kata Ermy, Waskita fokus pada nilai kontrak baru (NKB). Untuk itu, Dalam prosesnya, Waskita membentuk semacam komite manajemen risiko untuk menilai risiko dan kelayakan proyek, sebelum mengambil suatu proyek, dan melakukan tender.
Selanjutnya, kata Ermy, Waskita pun sudah melakukan sentralisasi keuangan, sehingga pengaturan keuangan terpusat, tidak lagi di tiap-tiap divisi. Langkah tersebut untuk memaksimalkan pengelolaan keuangan perusahaan.
“Jadi pembayaran vendor langsung diatur pusat. Waskita telah menyelesaikan utang vendor sebesar Rp 7 triliun, sebanyak 38% merupakan utang yang sudah lewat jatuh tempo atau past due, ” kata Ermy dalam keterangan resminya, Rabu (5/3).
Terkait SDM, kata Ermy, pihaknya pun menempatkan pelaksanaan peningkatan kompetensi pegawai menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan. Perseroan terus melaksanakan pemenuhan pelatihan, dan sertifikasi untuk menjawab tantangan pasar ke depan.
Ermy menambahkan, penguatan GRC terus dilakukan dengan memenuhi roadmap perbaikan manajemen risiko di perusahaan. Peningkatan fungsi manajemen risiko itu, dikerjakan lewat assesment risk maturity index (RMI), serta memastikan fungsi legal berjalan dengan baik.
“Sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola perusahaan, sambungnya, perseroan juga membentuk beberapa komite di bawah direksi. Di antaranya komite manajemen risiko, komite quality, safety, health and environment (QSHE), komite operasi konstruksi dan petunjuk teknis, komite operasi konstruksi, komite pengadaan non-proyek, dan komite investasi,” tambahnya.
Waskita, kata Ermy, melaksanakan transformasi pada sisi penguatan tata kelola teknologi informasi. Waskita sudah melakukan sejumlah pengembangan sistem informasi, yakni pembuatan dashboard management terintegrasi, dan beberapa perbaikan pada sistem keuangan perusahaan.
“Secara keseluruhan, ultimate goals transformasi Waskita yang dilakukan adalah terciptanya operational excellence secara berkesinambungan. Kami akan selalu berupaya untuk menyelesaikan proyek-proyek dengan mutu terbaik, tepat waktu, dan biaya yang efisien,” ujar Ermy.
Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics
Leave a reply Cancel reply
Most Popular
-
45.000 Pelari Sukseskan BTN Jakarta International Marathon 2026
June 14, 2026WIKA Benar Penggeledahan Kortastipidkor Polri Terkait Proyek Pabrik Gula Assembagoes
June 15, 2026Saham BUMN Disebut Menguatkan IHSG di Perdagangan Bursa
June 15, 2026Infographic
-
Susunan Pemegang Saham Bank Banten Pasca Bank Jatim Masuk
November 11, 2025 -
Kinerja BPR Berkat Artha Melimpah yang Dimiliki Cucu Eka Tjipta
October 25, 2025 -
5 Subsektor dengan Realisasi PMA Terbesar di Triwulan III-2025
October 20, 2025 -
Produk yang Paling Diminati di TEI 2025, Produk Pertambangan Teratas
October 20, 2025