Zurich Life Hadirkan Produk Asuransi yang Lindungi 141 Penyakit Kritis

0
82
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Zurich Topas Life (Zurich Life) menghadirkan Zurich Critical Care, produk asuransi penyakit kritis dengan perlindungan komprehensif terhadap 141 penyakit kritis tahap awal, hingga tahap akhir.

Direktur Zurich Topas Life Santy Gui mengatakan, produk itu bagian dari dukungan Zurich terhadap resolusi hidup sehat masyarakat. Juga sebagai upaya dalam memperkuat perencanaan keuangan di tengah meningkatkan risiko penyakit kritis, dan biaya kesehatan.

ā€Zurich Critical Care dirancang tidak hanya memberikan perlindungan finansial, tetapi juga menjadi bagian dari pendekatanĀ preventive health care,” kata Santy dalam keterangan resminya pada Selasa (27/1).

Zurich Critical Care, kata Santy, menawarkan sejumlah keunggulan yang meliputi pilihan masa perlindungan yang fleksibel hingga 20 tahun atau hingga tertanggung berusia 85 tahun, dan fitur perpanjangan otomatis tanpa seleksi risiko ulang.

Produk itu, lanjut Santy, tidak hanya memberikan perlindungan pada 141 penyakit kritis (88 penyakit kritis akhir dan 53 tahap awal), tetapi juga memberikan perlindungan pada prosedur pembukaan arteri tersumbat yang umum dilakukan pada pasien penyakit jantung koroner, dan manfaat tutup usia.

Baca Juga :   Iwan Pasila ke OJK, I Dewa Gede Agung Jadi Plt Dirut BRI Life

Untuk menjawab kebutuhan, kata Santy, Zurich Critical Care tersedia dalam 2 pilihan yakni plan essential, danĀ plan pro.Ā Plan essentialĀ ditujukan untuk nasabah yang memprioritaskan perlindungan, sedangkanĀ plan proĀ untuk proteksi sekaligus nilai tabungan.

Keduanya, kata Santy, dapat dipilih dengan masa pembayaran premi 3, 5, atau 10 tahun, dengan premi tetap sepanjang masa pembayaran.

“Pencegahan bukan hanya tentang menghindari sakit, tetapi tentang kesiapan, baik secara fisik maupun finansial. Dengan perlindungan yang tepat, nasabah dapat mengambil keputusan medis lebih cepat dan fokus pada pemulihan tanpa terbebani kekhawatiran biaya,” ujar Santy.

Untuk mencegah penyakit kritis, pemerhati kesehatan dr. Gia Pratama mengatakan, berbagai langkah bisa dilakukan seperti melakukan pengecekan medis rutin, dan menjalani gaya hidup sehat yang bertujuan untuk mencegah, menghindari, atau mendeteksi penyakit sedini mungkin (preventive health care).
“Namun ketika pasien telah memasuki fase diagnosis penyakit kritis, dalam pengalaman saya, keputusan pengobatan sering dipengaruhi oleh banyak faktor di luar kondisi klinis pasien. Tidak jarang pasien menunda atau mempertimbangkan ulang tindakan medis karena berbagai pertimbangan non-medis seperti finansial. Ketika kekhawatiran tersebut terjawab, pasien umumnya dapat lebih fokus menjalani proses pengobatan dan pemulihan,” ujar Gia.

Leave a reply

Iconomics