Sequis Life: Seorang Wirasusaha Perlu Bangun Personal Branding dan Komunikasi yang Autentik
PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) membekali wirausaha perempuan soal pemahaman mengelola keuangan, serta cara membangun personal branding yang kuat, dan relevan. Seorang wirausaha dinilai penting memiliki personal branding di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dan ketatnya persaingan bisnis.
Dalam sesi Financial Literacy: Financial Check-Up for You and Your Family Regional Training Manager Sequis Life Atiek Suhartatiek mengatakan, usaha kecil dengan pola arus kas yang tidak stabil memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar untuk tutup, jika dibandingkan usaha dengan arus kas yang teratur.
Untuk itu, kata Atiek, pelaku usaha perlu mensimulasi analisis keuangan. Ada beberapa simulasi yang bisa dilakukan seperti neraca, laporan arus kas, penghitungan kekayaan bersih, penyusunan anggaran, dan analisis berbagai indikator kesehatan keuangan.
Melalui simulasi itu, kata Atiek, pelaku usaha diharapkan mampu mengidentifikasi kondisi keuangan, dan menyusun langkah perbaikan. Juga menyusun rencana aksi yang meliputi penguatan dana darurat, pengelolaan arus kas, hingga strategi investasi untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
“Banyak pelaku usaha berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi jarang yang secara rutin mengevaluasi kondisi keuangan pribadi dan bisnisnya. Padahal, keputusan bisnis yang tepat selalu berawal dari pemahaman yang baik terhadap kondisi keuangan,” kata Atiek dalam acara Sequis SHEPRENEUR Learning Series ke-3.
Selain fondasi keuangan yang sehat, kata Atiek, kemampuan membangun kepercayaan pun tidak luput menjadi faktor penting dalam mengembangakan usaha. Di tengah banyaknya pilihan produk, keputusan pembelian tidak hanya dipengaruhi harga, tetapi juga dari kredibilitas usaha.
Menurut Atiek, salah satu cara membangun kredibilitas yakni dengan personal branding yang autentik. Pasalnya, personal branding tidak lagi sekadar sarana promosi, melainkan menjadi aset strategis yang mencerminkan nilai, kompetensi, dan karakter pemilik usaha.
Selanjutnya, praktisi digital branding dan content creator, Zata Ligouw dalam sesi Crafting Your Authentic Personal Brand in Digital Era mengatakan, perlunya memahami unique selling proposition melalui identifikasi kekuatan, keterampilan, dan keunikan diri.
Selain itu, kata Zata, pemahaman membangun personal branding mulai dari mindset branding, branding canvas, authentic branding, hingga digital branding pun menjadi hal penting.
“Personal branding tidak cukup dibangun melalui pencitraan, tetapi harus didukung komunikasi yang autentik, penyampaian informasi produk secara jujur, serta konsistensi antara pesan yang disampaikan dengan kualitas produk maupun layanan sehingga kepercayaan pelanggan dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Zata.
Sebagai informasi, Sequis SHEPRENEUR merupakan bagian dari program Better Tomorrow with Sequis. Melalui program itu, Sequis Life berkomitmen meningkatkan literasi keuangan, dan menghadirkan aksi nyata kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi.