ARKO Catat Kenaikan Pendapatan Usaha 43,7% pada Tahun 2025
Susunan direksi ARKO/Dok. UT
PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), anak usaha PT United Tractors Tbk (UT), membukukan pendapatan usaha sebesar Rp343,3 miliar pada tahun 2025. Pendapatan tersebut meningkat 43,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Beban pokok pendapatan juga naik. Tercatat beban pokok sebesar Rp253,6 miliar atau meningkat 40,6% dibandingkan tahun 2024. Beban ini terutama dipengaruhi oleh proses finalisasi pembangunan Proyek Kukusan 2.
Presiden Direktur ARKO, Aldo Artoko menyampaikan bahwa beroperasinya Proyek Kukusan 2 pada Februari 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap arus kas Perseroan mulai tahun ini dengan PLN sebagai pembeli tunggal listrik yang dihasilkan.
“Dengan semakin banyak proyek pembangkit yang diselesaikan, kami optimistis dapat terus menjaga komitmen untuk menerangi Indonesia melalui pemanfaatan energi bersih serta menjalankan bisnis secara berkelanjutan,” kata Aldo dalam keterangannya.
ARKO mencatatkan produksi listrik sebesar 151,8 MWh pada tahun 2025, tumbuh 56,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh mulai beroperasinya Proyek Yaentu serta curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2024. Kinerja operasional tersebut turut mendorong pertumbuhan laba bersih Perseroan sebesar 52,9% menjadi Rp63,9 miliar, dengan margin laba bersih meningkat menjadi 18,6% atau naik 111 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Sepanjang tahun 2025, ARKO juga terus mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga air dengan tipe run-of-river. Salah satunya adalah Proyek Kukusan 2 berkapasitas 5,4 MW yang berlokasi di Tanggamus, Lampung dan mulai beroperasi secara komersial pada Februari 2026. Selain itu, pembangunan Proyek Tomoni berkapasitas 10 MW yang berlokasi di Luwu Timur, Sulawesi Selatan juga menunjukkan perkembangan signifikan. Jika pada tahun 2024 progres konstruksinya baru mencapai 15,5%, maka pada tahun 2025 progresnya telah meningkat menjadi 58,8% dengan target penyelesaian proyek pada akhir tahun 2026.