BCA Lanjutkan Buyback Saham di Tengah Pelemahan Pasar
Gedung Menara BCA/Dok.BCA
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melanjutkan program pembelian kembali saham (buyback) di tengah pasar saham yang masih mengalami kelesuan. Pada penutupan perdagangan 11 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 5.886,03, turun sekitar 35,56% dari level tertingginya pada 20 Januari 2026 yang mencapai 9.134,70.
Sementara itu, saham BCA dengan kode BBCA ditutup pada harga Rp5.825 per saham pada 11 Juni 2026, naik 3,1% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Meski demikian, sejak awal tahun harga saham BBCA masih terkoreksi 27,41%.
Program buyback saham BBCA ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada 12 Maret 2026.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengungkapkan, aksi korporasi ini merupakan kelanjutan dari realisasi program buyback saham yang sebelumnya telah dilaksanakan pada April 2026. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan keyakinan BCA terhadap kondisi pasar modal Indonesia.
“Pelaksanaan buyback merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia. Aksi korporasi ini juga sudah mempertimbangkan kondisi fundamental Perseroan,” ujar Hendra Lembong.
Hendra menegaskan bahwa Perseroan senantiasa mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta seluruh peraturan dan ketentuan yang berlaku. Periode pelaksanaan buyback berlangsung selama 12 bulan, yakni sejak 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027, kecuali diakhiri lebih cepat oleh Perseroan dengan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan.
Adapun dana yang dialokasikan untuk buyback mencapai sebesar-besarnya Rp5 triliun, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya. Perseroan menilai pelaksanaan buyback tersebut tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha BCA. Manajemen juga akan terus mencermati dinamika pasar dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kami mengungkapkan apresiasi sebesar-besarnya atas kepercayaan dan dukungan dari segenap pemegang saham. BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan, serta melangkah dengan pruden pada tahun 2026,”ujarnya.