Laba Bersih Naik 426% di Kuartal III-2021, Mandiri Sekuritas: Seluruh Lini Bisnis Tumbuh Kuat
Dirut Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana/Dok. Mansek
PT Mandiri Sekuritas (Mandiri Sekuritas) mencatatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan pada kuartal III tahun 2021. Pendapatan usaha dan laba bersih mengalami kenaikan masing-masing sebesar 93% dan 426% pada kuartal III tahun 2021.
Mandiri Sekuritas mencatat pendapatan usaha mencapai Rp872 miliar. Adapun laba bersih mencapai Rp231 miliar.
Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana mengatakan seluruh lini bisnis Mandiri Sekuritas per 30 September mencatatkan pertumbuhan yang sangat kuat. Ia menyebut lini bisnis Investment Banking dan perusahaan anaknya, Mandiri Securities Singapore, mencatatkan kenaikan kinerja masing-masing sebesar 118% dan 78%. Kenaikan ini didukung dengan selesainya 33 penjaminan obligasi rupiah dan deals terkait yang diantaranya adalah Jaya Ancol, Wijaya Karya, dan Pupuk Indonesia serta 5 right issues, yaitu BRI, Sarana Meditama, Summarecon Agung, Bank Permata, Bhineka Abadi oleh tim Investment Banking.
“BRI right issue merupakan equity deals terbesar di Indonesia. Sementara bisnis global bonds kami melalui Mandiri Securities Singapore telah merampungkan sejumlah strategic deals tertinggi dari penerbit-penerbit global bonds pertama, seperti PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), dan Indofood CBP Tbk dengan pangsa pasar sebesar 8%,” kata Oki dalam siaran pers tertulis.
“Selain itu, 2 lini bisnis lain, yaitu Retail dan Capital Market juga mencatatkan kinerja kuatnya di periode ini. Lini bisnis Retail kembali mencatatkan pertumbuhan bisnis kuat di tengah pandemi dengan pertumbuhan pendapatan bisnis sebesar 118% dan peningkatan jumlah nasabah sebesar 42% year-on-yearI,”kata Oki.
Ia juga mengatakan lini bisnis Capital Market meningkat 60% per 30 September 2021 setelah bersama Investment Banking berhasil mendukung 2 IPO, yaitu Archi dan Bukalapak yang mengantarkan Mandiri Sekuritas pada posisi no. 1 Bloomberg League Table dalam hal Equity Underwriting. Menurutnya, Bukalapak adalah IPO perusahaan teknologi digital pertama dan terbesar di Indonesia.