OJK Sebut Blibli.com Kemungkinan akan IPO dalam Waktu Dekat

0
599

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan perusahaan marketpalce Blibli.com kemungkinan akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2022 ini.

Djustini Septiana, Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal I OJK menyampaikan e-commerce milik grup Djarum ini akan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dalam waktu dekat.

Djustini menyampaikan hal itu dalam media briefing ketika menjawab pertanyaan media terkait peran perushaan fintech di pasar modal. Ia mengatakan peran fintech di pasar modal melalui dua jalur yaitu melalui Securities Crowdfunding (SCF) dan melalui IPO perusahaan-perusahaan decacorn dan unicorn.

Djustini mengatakan di pasar modal Indonesia memang belum banyak perusahaan decacorn dan unicorn yang menawarkan sahamnya kepada publik melalui IPO. “Tetapi pada saat mereka offering itu cukup tinggi sampai nilai triliun seperti bisa kita lihat GOTO dan kemungkinan sebentar lagi Blibli,” ujar Djustini.

Djustini mengatakan kehadiran perusahaan decacorn dan unicorn teknologi ini di pasar modal Indonesia memberikan alternatif baru kepada para investor. “Artinya, memperkaya pilihan bagi inevstor, apakah memilih perusahaan yang punya prospek di future-nya atau perusahaan-perushaaan yang normal seperti perusahaan-perusahaan yang non fintech artinya sektor riil atau jasa lainnya. Jadi, investor punya banyak pilihan sekarang ini,” ujarnya.

Baca Juga :   Sari Kreasi Boga Tbk. (RAFI) dari Gerobakan Kini IPO, dari Lantai Trotoar Kini ke Lantai Bursa Efek

Hingga 3 Juni 2022, jumlah penawaran umum di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 81 penawaran umum dengan total nilai emisi mencapai Rp94,02 triliun. Dari jumlah penawaran umum tersebut, jumlah Penawaran Umum Perdana Saham atau IPO sebanyak 19 perusahaan dengan nilai emisi Rp17,73 triliun.

Sumber: Paparan OJK

Djustini mengatakan masih terdapat 57 perusahaan dalam pipeline yang akan melakukan IPO pada tahun ini, dengan total nilai emisi sekitar Rp18,1 triliun.

“Kita berharap semuanya bisa efektif tahun ini. Tetapi ini juga tidak bisa kita pastikan karena tingkat ketidapastiannya cukup tinggi, karena juga dipengaruhi faktor internal dan eksternal,”ujarnya.

Dari 57 perusahaan yang melakukan IPO ini, sebanyak 8 perushaan diantaranya dari sektor teknologi dengan nilai perkiraan emisi mencapai Rp7,36 triliun, tertinggi dibandingkan sektor-sektor lainnya.

Leave a reply

Iconomics